Ilustrasi - setiap tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi Indonesia (Harkopnas) (Foto: mitratnipolri.co.id)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi Indonesia (Harkopnas).
Peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk mengenang kembali sejarah panjang perjuangan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong yang menjadi soko guru perekonomian nasional.
Gerakan koperasi di Indonesia lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem ekonomi kolonial yang kapitalistik dan mencekik rakyat kecil.
Benih gerakan koperasi di Indonesia pertama kali disemai pada akhir abad ke-19. Tepatnya pada tahun 1895, Raden Aria Wiriaatmadja, seorang Patih di Purwokerto, mendirikan Hulp-en Spaarbank (Bank Bantuan dan Simpanan) yang mengadopsi sistem koperasi kredit model Jerman.
Lembaga ini didirikan untuk membantu para pegawai negeri (priyayi) serta rakyat kecil agar terlepas dari jeratan lintah darat (rentenir).
7 Sifat Zodiak Cancer yang Jarang Disadari
Gagasan mulia ini kemudian dilanjutkan dan diperluas oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda.
Meski sempat mendapat hambatan dari pemerintah kolonial, semangat berkoperasi tidak pernah padam dan justru diadopsi oleh pergerakan nasional seperti Boedi Oetomo (1908) dan Sarekat Islam (1912) sebagai alat perjuangan ekonomi politik bumiputera.
Titik balik pengorganisasian koperasi secara nasional terjadi pasca-kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 11 hingga 14 Juli 1947, para penggiat koperasi dari berbagai daerah menggelar Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Koperasi Indonesia 12 Juli Harkopnas 2026 Peringatan Nasional Bulan Juli



















