Senin, 25/05/2026 00:42 WIB

Waspadai Berbagai Kasus Kanker pada Anak, Apa Saja Gejalanya?





Spesialis onkologi anak, Dr. dr. Mururul Aisyi, Sp.A, Sub.Sp.H.O.(K), menjelaskan bahwa kanker pada anak terbagi dalam dua kelompok besar

Ilustrasi terapi kuda troya untuk membunuh sel kanker (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Di era modern, kanker bukan lagi penyakit yang hanya mengintai orang dewasa. Anak-anak pun tak luput dari ancaman. Bahkan, kasus kanker anak jauh lebih beragam dari yang dibayangkan.

Sayangnya, banyak orang tua baru menyadari ketika kondisi si kecil sudah memasuki stadium lanjut. Apalagi, di balik sifatnya yang mematikan, gejala awal kanker memang terlihat seperti keluhan biasa.

Karena itulah, penting bagi masyarakat untuk lebih mengenal jenis-jenis kanker pada anak beserta gejala khasnya. Dengan pemahaman yang cukup, deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat, sehingga peluang kesembuhan semakin terbuka lebar.

Spesialis onkologi anak, Dr. dr. Mururul Aisyi, Sp.A, Sub.Sp.H.O.(K), menjelaskan bahwa kanker pada anak terbagi dalam dua kelompok besar, yakni kanker cair dan kanker padat. Pada anak, kanker cair identik dengan leukemia, sementara kanker padat bergantung pada organ yang terdampak.

Leukemia pada anak umumnya ditandai dengan demam yang tidak kunjung reda dan pucat. Gejala tersebut timbul karena sel darah putih yang abnormal menekan produksi sel darah merah dan trombosit di sumsum tulang. Namun, gejala leukemia tidak berhenti di situ.

Penyakit ini kerap disertai tanda-tanda penyebaran ke organ lain, seperti pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening. Dalam kasus tertentu, leukemia dapat menyebar hingga ke gusi, testis, maupun tulang, sehingga anak tampak pincang saat berjalan.

Sementara kanker padat, dr. Aisyi menekankan pentingnya memperhatikan rentang usia karena masing-masing jenis kanker padat memiliki kelompok usia yang paling rentan.

Neuroblastoma, misalnya, paling sering menyerang anak di bawah usia lima tahun dengan gejala khas berupa perut yang membesar dan munculnya lingkaran gelap di sekitar mata yang dikenal dengan istilah raccoon eyes atau mata rakun.

Neuroblastoma bermula dari sel-sel saraf sehingga berpotensi muncul di bagian tubuh manapun. Ketika sudah menyebar, penyakit ini dapat menjangkau berbagai organ sekaligus.

Berbeda dengan neuroblastoma, tumor otak lebih sering ditemukan pada anak di atas usia balita. Gejalanya tidak selalu mudah dikenali karena sekilas menyerupai keluhan umum.

dr. Aisyi mengingatkan orang tua untuk mewaspadai nyeri kepala yang tidak biasa, yaitu nyeri yang disertai muntah, penurunan kesadaran, kejang, atau gangguan keseimbangan. Anak juga bisa tiba-tiba terbangun pada malam hari akibat tekanan di dalam kepala yang meningkat.

Di usia selanjutnya, limfoma umumnya muncul pada anak usia 7 hingga 8 tahun, dengan gejala yang paling mudah dikenali berupa benjolan di leher berdiameter lebih dari 2 sentimeter. Benjolan ini biasanya tidak terasa nyeri dan cenderung membesar secara perlahan, sehingga kerap diabaikan oleh orang tua.

"Dengan mengenali rentang usia dan gejala khas, maka kita bisa memprediksi secara kasar," kata dr. Aisyi.

KEYWORD :

Kanker Anak Gejala Kanker pada Anak Dr. dr. Mururul Aisyi Tanda Leukimia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :