Bandara internasional Kargo Jinnah, Pakistan (Foto: Reuters)
Islamabad, Jurnas.com - Perdana Menteri Shehbaz Sharif pada hari Rabu menginstruksikan otoritas militer dan penerbangan Pakistan untuk mempercepat proses pencarian serta penyelamatan sebuah pesawat kargo.
Pesawat yang mengangkut lima awak tersebut dilaporkan lenyap di atas perairan Laut Arab dalam penerbangannya dari Sharjah menuju Karachi.
Armada yang raib itu merupakan pesawat jenis Boeing 737-400 khusus kargo yang dioperasikan oleh K2 Airways, sebuah perusahaan logistik udara swasta yang bermarkas di Karachi dan melayani pengiriman barang domestik maupun internasional.
Pesawat ini hilang dari pantauan pada Selasa (7/7) malam, tak lama sesudah melaporkan adanya gangguan pada sistem navigasinya.
Insiden hilangnya armada kargo tersebut seketika memicu pengerahan operasi pencarian gabungan lintas instansi di kawasan barat pesisir selatan Pakistan.
PM Pakistan Berterima Kasih Kepada Biden
"Perdana menteri mengarahkan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan, Angkatan Laut Pakistan, dan Angkatan Udara Pakistan untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan di Laut Arab dan mengerahkan semua sumber daya yang tersedia," kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Arab News pada Rabu (8/7).
Sharif juga mengutarakan rasa duka yang mendalam atas peristiwa ini, sekaligus menyampaikan simpati kepada keluarga dari kelima kru yang berada di dalam armada tersebut.
Sebelumnya, K2 Airways telah merilis sebuah pernyataan melalui media sosial yang mengumumkan nama-nama dari kelima awak pesawat, seraya menyatakan bahwa mereka terus mendoakan keselamatan para kru.
"K2 Airways sepenuhnya bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan dan lembaga pemerintah lainnya," tulis maskapai tersebut di halaman Facebook resmi mereka.
Berdasarkan keterangan Otoritas Bandara Pakistan (PAA), pesawat kargo itu sempat menginformasikan adanya masalah sistem navigasi pada pukul 21.18 waktu Pakistan. Menanggapi hal tersebut, Pusat Kontrol Area Karachi segera memberikan panduan.
Kendati demikian, pada pukul 21.21, radar mendeteksi pesawat tersebut menukik turun dengan sangat cepat dan melakukan perubahan arah yang tajam. Setelah itu, kontak radio maupun radar terputus total di titik yang berjarak sekitar 155 mil laut di sebelah barat Karachi.
Menurut sejumlah sumber resmi, unit yang dikerahkan dalam operasi pencarian massal ini mencakup kapal fregat Angkatan Laut Pakistan PNS Zulfiqar, sejumlah armada udara dari Angkatan Udara Pakistan, pesawat ATR milik Angkatan Laut yang lepas landas dari Turbat, serta kapal komersial Lahore milik Perusahaan Pelayaran Nasional Pakistan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pesawat Kargo Hilang Shehbaz Sharif Maskapai Penerbangan K2

























