Jum'at, 01/05/2026 17:05 WIB

Israel Bebaskan Tahanan Palestina yang Terluka Usai Ditembak Militer





Otoritas Israel mengumumkan pembebasan seorang pria Palestina yang menderita luka serius akibat tembakan pasukan Israel lebih dari dua minggu lalu.

Militer Israel di Gaza (Foto: Reuters)

Tel Aviv, Jurnas.com - Otoritas Israel mengumumkan pembebasan seorang pria Palestina yang menderita luka serius akibat tembakan pasukan Israel lebih dari dua minggu lalu.

Pria tersebut, Qusai Rayyan (29), ditembak dalam penggerebekan yang dilakukan militer Israel di Kegubernuran Salfit, wilayah barat laut Tepi Barat (West Bank) pada 15 April lalu, sebagaimana dikutip dari Arab News.

Kementerian Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina melaporkan bahwa Rayyan telah menjalani beberapa kali operasi di Rumah Sakit Beilinson di Israel Utara. Namun, kantor berita Palestina, Wafa, mengabarkan bahwa hingga saat ini ia masih belum sadarkan diri dan kondisi kesehatannya terus memburuk.

Insiden ini menambah panjang daftar kekerasan di wilayah pendudukan. Berdasarkan data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), setidaknya 40 warga Palestina telah tewas oleh pemukim atau tentara Israel di Tepi Barat sejak Januari lalu.

Pasukan Israel rutin melakukan penggerebekan siang dan malam dengan alasan keamanan, yang sering kali berujung pada penangkapan atau penggeledahan rumah warga yang diduga terlibat dalam aktivitas politik atau militan.

Kondisi para tahanan di dalam penjara juga menjadi sorotan tajam. Jumlah tahanan yang tewas dalam tahanan Israel telah melampaui 100 orang sejak Oktober 2023.

Dari jumlah tersebut, hanya 84 orang yang namanya telah diumumkan ke publik, termasuk 50 tahanan yang berasal dari Gaza. Selain itu, pasukan keamanan Israel dilaporkan masih menahan puluhan jenazah warga Palestina yang tewas selama operasi militer dalam periode yang sama.

KEYWORD :

Tahanan Palestina Tepi Barat Konflik Israel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :