Bek tim nasional Belanda saat melawan Jepang di Piala Dunia 2026 (Foto: Goal)
Dallas, Jurnas.com - Mantan playmaker legendaris tim nasional Belanda, Rafael van der Vaart, melontarkan kritik tajam kepada kapten Virgil van Dijk. Menurut dia, pergerakan kapten Liverpool itu seperti pesawat komersial Boeing 747.
Kritik pedas ini mencuat setelah Van der Vaart mengaku terkejut melihat performa bek veteran tersebut saat Belanda ditahan imbang 2-2 oleh Jepang dalam laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 yang berlangsung sengit di AT&T Stadium, Dallas, pada Senin (15/6).
“Saya harus jujur, saya cukup terkejut dengan Van Dijk. Bersamanya, saya berpiki: itu tidak terlihat bagus. Terutama saat memutar badan," kata Van der Vaart dikutip dari Goal.
"Ini terbukti sangat sulit. Sedikit seperti Boeing 747 yang sedang berputar. Saya berharap dia mulai berputar sedikit lebih cepat selama turnamen ini," dia menambahkan.
Berbeda dengan pandangan miring Van der Vaart yang berfokus pada kelemahan transisi bertahan, mantan kapten Manchester United, Roy Keane, justru memberikan pembelaan positif saat memandu jalannya pertandingan di saluran ITV.
Keane memilih untuk mengapresiasi kontribusi ofensif luar biasa dari bek Liverpool tersebut, yang sukses memecah kebuntuan lewat sebuah gol sundulan berkelas memanfaatkan umpan matang Ryan Gravenberch.
Meskipun sempat dikritik karena tampil kurang konsisten di level klub sepanjang musim ini, magis Van Dijk di udara terbukti masih menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan lawan.
Pada menit ke-51, dia berhasil melepaskan diri dari kawalan ketat barisan belakang Jepang untuk menanduk bola melewati jangkauan kiper Zion Suzuki yang sempat membawa skuad asuhan Ronald Koeman memimpin jalannya laga.
Sayangnya, euforia keunggulan tim Oranje tidak bertahan lama setelah Jepang memperlihatkan semangat juang yang luar biasa untuk menyamakan kedudukan dua kali berturut-turut.
Gol dari Keito Nakamura dan Daichi Kamada sukses membatalkan keunggulan Belanda yang juga sempat mencetak gol lewat aksi Crysencio Summerville, memaksa kedua tim harus puas berbagi satu poin di laga perdana grup.
Meski pada akhir pertandingan terpilih sebagai pemain terbaik (Player of the Match), Van Dijk tetap merendah saat menghadapi kejaran awak media di mixed zone.
Sang kapten mengakui bahwa timnya sempat frustrasi dan kesulitan untuk membongkar rapatnya sistem pertahanan berlapis Jepang yang menerapkan formasi defensif kompak 5-4-1 sepanjang malam.
Dengan hasil imbang ini, Belanda kini dituntut untuk segera membenahi koordinasi lini belakang menjelang laga krusial berikutnya melawan Swedia pada akhir pekan mendatang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Virgil van Dijk Rafael van der Vaart Timnas Belanda Piala Dunia 2026
























