Selasa, 16/06/2026 02:02 WIB

Bukan Brasil, Ini Negara Pertama yang Menang Piala Dunia





Tim nasional berjuluk La Celeste tersebut menobatkan diri sebagai juara dunia pertama di jagat raya pada tahun 1930.

Ilustrasi - timnas Uruguay juara Piala Dunia 1930 dengan mengalahkan Argentina (Foto: fifa.com)

Jakarta, Jurnas.com - Seiring dengan bergulirnya turnamen Piala Dunia FIFA 2026 yang mencetak sejarah dengan format baru 48 tim, banyak pencinta sepak bola kembali melirik lembaran awal kompetisi akbar ini.

Salah satu pertanyaan yang paling sering dicari adalah: Negara mana yang pertama kali memenangkan trofi Piala Dunia?

Berdasarkan arsip resmi FIFA, data Britannica, serta ulasan kilas balik dari berbagai media olahraga internasional, jawabannya adalah Uruguay.

Tim nasional berjuluk La Celeste tersebut menobatkan diri sebagai juara dunia pertama di jagat raya pada tahun 1930.

Terpilihnya Uruguay sebagai tuan rumah sekaligus jawara edisi perdana pada 13–30 Juli 1930 bukanlah sebuah kebetulan.

Sebelum FIFA menciptakan turnamen Piala Dunia independen, sepak bola internasional dipertandingkan di ajang Olimpiade.

Uruguay adalah raksasa sepak bola terkuat di era tersebut dengan bukti raihan dua medali emas berturut-turut pada Olimpiade Paris 1924 dan Olimpiade Amsterdam 1928.

Ditambah dengan momentum perayaan 100 tahun konstitusi kemerdekaan mereka, FIFA resmi menunjuk ibu kota Uruguay, Montevideo, sebagai pusat penyelenggaraan seluruh pertandingan Piala Dunia pertama.

Piala Dunia 1930 adalah satu-satunya edisi yang tidak melalui babak kualifikasi. Turnamen ini hanya diikuti oleh 13 negara undangan, termasuk hanya 4 tim dari Eropa karena mayoritas tim menolak melakukan perjalanan laut melintasi Samudra Atlantik selama berminggu-minggu di tengah bayang-bayang krisis ekonomi Great Depression.

Uruguay tergabung di Grup 3 dan melaju mulus setelah menumbangkan Peru (1-0) serta Rumania (4-0). Di babak semifinal, dominasi mereka semakin tidak terbendung setelah mencukur Yugoslavia dengan skor telak 6-1, mengantarkan mereka ke partai puncak menantang rival abadi satu benua, Argentina.

Partai final yang digelar di Estadio Centenario, Montevideo pada 30 Juli 1930 mencatatkan salah satu laga paling unik dan dramatis dalam sejarah sepak bola. Ketegangan tensi derbi Rio de la Plata ini bahkan dimulai sebelum peluit sepak mula dibunyikan.

Kedua tim bersikeras ingin menggunakan bola buatan negara masing-masing.

Demi meredam konflik, wasit John Langenus asal Belgia mengambil jalan tengah, bola Argentina digunakan pada babak pertama, dan bola Uruguay digunakan pada babak kedua.

Menggunakan bola pilihan mereka, Argentina tampil dominan dan unggul 2-1 hingga turun minum lewat gol Carlos Peucelle dan top skor turnamen Guillermo Stábile, membalas gol pembuka dari pemain Uruguay, Pablo Dorado.

Memasuki babak kedua dengan bola lokal pilihan sendiri, La Celeste mengamuk. Pedro Cea menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-57, disusul gol Santos Iriarte pada menit ke-68 yang membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Kemenangan Uruguay dikunci secara dramatis pada menit ke-89 menjadi 4-2 lewat sundulan Hector Castro.

Menariknya, Castro adalah striker legendaris yang bermain dengan kondisi fisik kehilangan lengan kanan bawah akibat kecelakaan gergaji listrik saat masa kecilnya.

KEYWORD :

Sepakbola Dunia Piala Dunia 2026 Timnas Uruguay La Celeste Tahun 1930




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :