Kamis, 30/07/2026 23:29 WIB

FIFA Selidiki Insiden Banner Politik Argentina di Piala Dunia





Bederasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi melayangkan dakwaan terhadap tim nasional Argentina atas aksi pembentangan banner kontroversial bermuatan politik

Pemain Argentina membentangkan spanduk bermuatan politik di Piala Dunia (Foto: talkSPORT)

Bern, Jurnas.com - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi melayangkan dakwaan terhadap tim nasional Argentina atas aksi pembentangan banner kontroversial terkait Kepulauan Falkland seusai laga semifinal melawan Inggris pada gelaran Piala Dunia 2026.

Berdasarkan hasil investigasi awal, negara asal Amerika Selatan tersebut dinilai telah melanggar empat pasal aturan kode etik dan disiplin FIFA. Tak hanya itu, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) kini juga berada dalam pemeriksaan intensif terkait dugaan tindakan rasisme dan diskriminasi.

Situasi kian memanas setelah insiden di partai final melawan Spanyol memicu penyelidikan terpisah. Tiga pilar Albiceleste, yakni Leandro Paredes, Nahuel Molina, serta asisten pelatih Roberto Ayala, kini terancam hukuman larangan bertanding atas tuduhan melakukan penganiayaan.

Pekan lalu, FIFA secara khusus menunjuk jaksa disiplin dan etika untuk meninjau rekaman kericuhan yang pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Dalam laporan rekomendasi jaksa, Paredes, Molina, dan Ayala resmi diselidiki atas dugaan serangan fisik terhadap para pemain Spanyol yang tengah merayakan gelar juara.

Molina mendapatkan tuduhan tambahan atas perilaku tidak suportif. Sementara itu, gelandang Argentina Thiago Almada serta bintang muda Spanyol, Gavi, juga tidak lepas dari pemeriksaan atas dugaan pelanggaran perilaku serupa.

Berdasarkan regulasi disiplin FIFA, dikutip dari talkSPORT pada Kamis (30/7), sanksi bagi pemain yang terbukti bersalah melakukan perilaku tidak suportif adalah hukuman minimal satu laga, sedangkan pelanggaran berupa serangan fisik berkonsekuensi sanksi minimal tiga pertandingan.

Selain tindakan para pemain di lapangan, timnas Argentina juga didakwa atas pelanggaran penggunaan panggung olahraga untuk menyuarakan isu politik. Dakwaan ini merujuk pada aksi para pemain Argentina yang mengambil banner bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" (Kepulauan Falkland adalah milik Argentina) milik suporter dan membawanya usai menundukkan Inggris di Atlanta.

FIFA juga menyertakan dakwaan terkait pelanggaran ketertiban dan keamanan akibat keterlambatan kick-off, serta perilaku diskriminatif dari oknum suporter. Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah dugaan pelecehan rasial yang menimpa kreator konten asal Amerika Serikat, IShowSpeed, saat menghadiri salah satu laga Argentina.

Insiden pascamatch ini turut memicu kemarahan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente. Dia mendesak adanya tindakan tegas dari FIFA setelah melihat ulang rekaman kejadian.

"Saat kejadian, saya tidak menyadarinya karena sedang merayakan kemenangan dan memeluk rekan-rekan. Namun, tindakan seperti itu sangat tidak bisa ditoleransi dan tidak boleh dibiarkan," tegas De la Fuente.

Gelombang protes publik pun berembus kencang di dunia maya. Sebuah petisi daring yang mendesak agar Argentina dilarang tampil di ajang Piala Dunia mendatang sempat menembus 23 juta tanda tangan, sebelum akhirnya ditutup seusai FIFA mengumumkan penyelidikan resminya.

KEYWORD :

Timnas Argentina Sanksi FIFA Piala Dunia 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :