Kamis, 30/07/2026 14:00 WIB

Argentina Terancam Kena Sanksi FIFA Usai Final Piala Dunia 2026





FIFA resmi membuka proses disipliner terhadap Timnas Argentina menyusul insiden kericuhan yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

Kericuhan yang terjadi di final Piala Dunia 2026 antara pemain Argentina dan Spanyol (Foto: Sports Mole)

Jakarta, Jurnas.com - FIFA resmi membuka proses disipliner terhadap Timnas Argentina menyusul insiden kericuhan yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

Keributan terjadi sesaat setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada laga final pada Senin (20/7) di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat.

Dikutip dari Sportsmole pada Kamis (30/7), insiden tersebut membuat FIFA menunjuk jaksa disiplin dan etik untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah pemain dan staf kepelatihan La Albiceleste.

Tiga sosok menjadi perhatian utama, yakni gelandang Leandro Paredes, bek Nahuel Molina, serta asisten pelatih Roberto Ayala.

Paredes didakwa atas tiga dugaan tindakan penyerangan, sementara Molina menghadapi dua dakwaan serupa. Ayala juga ikut diperiksa atas dugaan keterlibatannya dalam insiden tersebut.

Selain itu, Molina, Thiago Almada, dan gelandang Spanyol Gavi juga dikenai tuduhan berperilaku tidak sportif.

Tak hanya insiden di final, FIFA turut menyelidiki Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) atas dugaan penggunaan ajang olahraga untuk kepentingan di luar sepak bola.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah spanduk bertuliskan `Las Malvinas son Argentinas` yang dibentangkan pemain Argentina usai semifinal melawan Inggris.

FIFA juga menyelidiki sejumlah dugaan pelanggaran lain, termasuk nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, pelanggaran protokol pertandingan dan keamanan, hingga aksi pelemparan benda oleh suporter.

Hasil investigasi akan menentukan apakah Argentina dan pihak-pihak yang terlibat akan menerima sanksi lebih lanjut.

KEYWORD :

Sepakbola Dunia Piala Dunia 2026 Timnas Spanyol Timnas Argentina




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :