Minggu, 13/09/2026 16:46 WIB

Redup Lawan Lazio, Amorim Siapkan Peran Baru untuk Modric





Masuknya Yunus Musah untuk menggantikan Luka Modric menjadi salah satu kunci keberhasilan AC Milan bangkit hingga mengamankan hasil imbang 2-2 menghadapi Lazio

Gelandang veteran AC Milan, Luka Modric (Foto: Calciomercato)

Milan, Jurnas.com - Masuknya Yunus Musah untuk menggantikan Luka Modric menjadi salah satu kunci keberhasilan AC Milan bangkit hingga mengamankan hasil imbang 2-2 saat menghadapi Lazio pada Sabtu (12/9) malam. Laga tersebut menandai salah satu penampilan terberat Modric sejak berseragam Rossoneri.

Gelandang veteran yang menginjak usia 41 tahun tersebut kesulitan keluar dari tekanan akibat pressing tinggi yang diterapkan Lazio di babak pertama, ditambah minimnya pergerakan dari lini serang Milan.

Modric bahkan mencatatkan statistik yang tidak biasa bagi dirinya dengan lima kesalahan operan berturut-turut dalam fase build-up, akurasi umpan panjang yang hanya mencapai 50 persen, umpan progresif 38 persen atau 3 dari 8 percobaan, serta akurasi umpan ke kotak penalti sebesar 40 persen.

Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, menilai bahwa karakter permainan Modric membutuhkan skema taktis yang mengandalkan penguasaan bola secara penuh, bukannya laga bertempo tinggi yang mengandalkan fisik.

"Kami harus sangat baik saat menguasai bola agar Luka merasa nyaman di dalam pertandingan. Jika pertandingan berubah menjadi aksi saling serang dan berlari tanpa henti, itu bukan tipe laga yang cocok untuk Luka. Itulah alasan kami mengubah pendekatan di babak kedua dengan memasukkan Musah, karena kami membutuhkan kecepatan di lini tengah," ujar Amorim dikutip dari Calciomercato pada Minggu (13/9).

Amorim juga mengevaluasi posisi Modric yang dinilainya terlalu turun mendekati dua bek tengah di babak pertama, sehingga membuat Milan kekurangan opsi pemain di area antarlini.

"Kami bisa bermain dengan Luka dan sudah membuktikannya dalam beberapa laga terakhir, tetapi untuk melakukan itu kami harus mendominasi penguasaan dan kontrol permainan. Jika laga berubah menjadi adu fisik dan lari, hal itu menjadi sangat sulit baginya," lanjut sang pelatih.

Kedinamisan Musah dalam mengalirkan bola secara cepat dari fase transisi ke ofensif menjadi faktor krusial bagi permainan Milan saat ini. Mengingat usia Modric yang sudah menginjak 41 tahun, Amorim dituntut untuk merancang skema penggunaan sang gelandang berdasarkan karakteristik tim lawan.

Modric dinilai akan jauh lebih efektif saat tampil menghadapi tim-tim yang menerapkan garis pertahanan rendah (low block), alih-alih berhadapan dengan tim agresif yang mengandalkan pressing ketat di seluruh area lapangan seperti Lazio.

Manajemen taktis ini dinilai penting demi menjaga kualitas sang mantan peraih Ballon d`Or agar tetap menjadi aset vital bagi Rossoneri sepanjang musim.

KEYWORD :

Luka Modric AC Milan Ruben Amorim Yunus Musah Lazio vs Milan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :