Kapten Manchester United (MU), Bruno Fernandes (Foto: talkSPORT)
London, Jurnas.com - Mantan pemain sekaligus pengamat sepak bola, Gabriel Agbonlahor, menilai Manchester United (MU) memang layak menelan kekalahan dalam laga derbi melawan Manchester City, pada Minggu (13/9) malam.
Agbonlahor secara khusus melayangkan kritik keras kepada kapten Setan Merah, Bruno Fernandes, yang dinilainya melakukan aksi provokasi berlebihan hingga berujung kartu merah untuk bintang City, Phil Foden.
Laga panas di babak pertama sempat diwarnai kontroversi saat Foden diusir keluar lapangan usai bersinggungan dengan Fernandes.
Tayangan ulang memperlihatkan bahwa Fernandes sebenarnya yang mengawali kontak fisik dengan menendang Foden terlebih dahulu, namun reaksi teatrikal gelandang asal Portugal tersebut membuat wasit melayangkan kartu merah langsung.
Meski harus bermain dengan 10 orang, City pada akhirnya berhasil mengamankan tiga poin dari Old Trafford lewat gol Erling Haaland.
Kendati badan perwasitan Pro Ref belakangan mengonfirmasi bahwa gol Haaland seharusnya dianulir, Agbonlahor menegaskan bahwa United tidak boleh menjadikan keputusan itu sebagai alasan untuk menutupi penampilan buruk mereka.
"Pada akhirnya, Bruno Fernandes adalah seorang penipu. Dia pemain yang luar biasa, tetapi dia curang. Anda menendang Foden dua kali saat berada di bawah yang seharusnya berbuah kartu merah untuk Anda. Lalu Foden bereaksi sedikit dan Anda berguling-guling padahal tidak kesakitan," ujar Agbonlahor dikutip dari talkSPORT pada Senin (14/9).
Dia menambahkan bahwa wasit yang tegas seharusnya hanya memberi kartu kuning kepada kedua pemain, alih-alih langsung mencabut kartu merah. Dia bahkan menyebut gol kontroversial Haaland sebagai karma bagi tim tuan rumah.
"Mungkin gol Haaland yang seharusnya dianulir adalah karma yang Anda dapatkan di sepak bola atas kartu merah Phil Foden," dia menambahkan.
Selain menyoroti insiden tersebut, Agbonlahor juga mengkritik pendekatan taktis yang diterapkan manajer Michael Carrick, serta penampilan melempem deretan pilar kunci United.
"Anda kalah karena Fernandes tidak muncul, Cunha tidak muncul, Mbeumo tidak muncul. Dalot tampil mengerikan di bek kanan, dan Dorgu bukanlah seorang bek kiri," kata dia.
"Anda kalah karena ketika unggul satu pemain selama 70 menit, Anda justru memutuskan untuk bertahan dan tidak mencoba menyerang. Bagaimana bisa Manchester City menjadi tim yang lebih baik hanya dengan 10 pemain?" cibir Agbonlahor.
Kekalahan ini menjadi hasil buruk kedua bagi MU di ajang Liga Premier musim ini setelah sebelumnya tumbang dari Hull City pada laga pembuka. Anak asuh Michael Carrick kini dituntut untuk segera membenahi performa mereka saat menjamu Brighton pada putaran ketiga Piala Carabao pada pertengahan pekan ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Liga Premier Manchester United vs Manchester City Gabriel Agbonlahor MU vs City

























