Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di hadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di markas besar PBB di New York City. REUTERS
Tel Aviv, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pada Jumat (24/4) bahwa dirinya telah berhasil menjalani perawatan untuk penyakit kanker prostat stadium awal.
Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan perilisan laporan medis tahunannya yang menyatakan bahwa sang pemimpin kini berada dalam kondisi kesehatan yang baik.
Melalui pernyataan di media sosial, pemimpin berusia 76 tahun tersebut mengungkapkan bahwa tumor ganas stadium awal ditemukan saat menjalani pemeriksaan rutin.
PM Spanyol: Kita Harus Hentikan Netanyahu
Ia menjelaskan bahwa perawatan terarget telah dilakukan untuk mengangkat penyakit tersebut tanpa meninggalkan bekas, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Berdasarkan laporan medis resmi, Netanyahu menjalani terapi radiasi sebagai prosedur pengobatan utamanya. Meskipun laporan tersebut dirilis secara mendetail, baik Netanyahu maupun tim medis tidak merinci kapan tepatnya rangkaian pengobatan itu dilakukan.
Netanyahu mengakui bahwa dirinya sengaja menunda perilisan laporan medis tersebut selama dua bulan. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menangkal serangan informasi dari pihak luar di tengah situasi konflik yang sedang berlangsung.
Kekhawatiran tersebut merujuk pada insiden Maret lalu, ketika rumor mengenai kematian Netanyahu sempat beredar luas di media sosial dan ditayangkan oleh media pemerintah Iran.
Pada saat itu, Netanyahu merespons dengan mengunggah rekaman video dirinya saat mengunjungi sebuah kafe di Yerusalem untuk membantah klaim tersebut secara langsung.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
PM Israel Benjamin Netanyahu Kanker Prostat





















