Menteri Sains Iran Hossein Simaee Sarraf memeriksa kerusakan di gedung penelitian Universitas Shahid Beheshti, yang rusak akibat serangan AS-Israel pada 4 April 2026 (Foto: Majid Asgaripour/Wana via Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa perang melawan Iran sudah mendekati akhir.
Hal ini dia sampaikan kepada pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, saat ditanya kelanjutan dari kondiri perang di Iran.
"Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Maksud saya, saya melihatnya sudah sangat dekat dengan berakhir," kata Trump dalam cuplikan video wawancara yang dibagikan di platform media sosial X, dikutip di Jakarta, Rabu (15/4).
"Anda tahu, jika saya menarik diri sekarang pun, mereka akan butuh waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kita belum selesai," Trump menambahkan.
Sebelumnya, Bartiromo menyatakan dalam sebuah video di Instagram bahwa Trump berulang kali menyebut perang Iran dalam bentuk lampau selama wawancara mereka, yang mendorongnya untuk bertanya langsung: “Apakah ini sudah berakhir?”
“Dia menjawab: Sudah selesai,” kata Bartiromo saat menjelaskan percakapan tersebut.
Diketahui bahwa perundingan telah diadakan di ibu kota Pakistan, Islamabad, selama akhir pekan untuk mengakhiri secara permanen perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, tetapi kesepakatan belum berhasil dicapai. Upaya untuk mengadakan putaran pembicaraan berikutnya sedang berlangsung.
Trump menunjukkan nada optimistis terkait prospek dimulainya kembali pembicaraan langsung antara AS dan Iran, dengan mengatakan pada Selasa bahwa negosiasi tersebut dapat dimulai kembali di Pakistan dalam dua hari ke depan.
Pakistan berperan sebagai penengah terhadap gencatan senjata selama dua minggu pada tanggal 8 April, yang hingga saat ini masih bertahan.
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Iran Presiden AS Donald Trump

























