Pembukaan Erajaya Vocational Day (Foto: Muti/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) berkolaborasi dengan Erajaya Group guna meningkatkan kompetensi peserta didik vokasi, serta menyiapkan pendidikan vokasi dalam dunia industri dan bisnis ritel.
Dalam kegiatan `Erajaya Vocational Day` bertajuk `Shaping Retail Generation` di Jakarta pada Kamis (23/11), dilakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 27 satuan pendidikan vokasi dari 11 provinsi.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek, Kiki Yuliati mengapresiasi kegiatan ini, sebab sinergi dengan Erajaya group merupakan implementasi dan karya yang sesuai dengan Merdeka Belajar.
Semua paradigma dan upaya yang dilakukan harus bertujuan dan berpusat pada peningkatan kompetensi dari siswa. Itulah yang menurut dia menjadi paradigma Merdeka Belajar.
"Karya yang tidak sempurna jauh lebih bermakna dari semesta, dari pada ide sempurna tapi hanya ada di angan-angan," ujar Kiki dalam sambutannya.
Program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) saat ini sudah dicanangkan oleh Kemdikbudristek melalui dua mekanisme, yaitu SMK PK Reguler dan SMK PK Skema Pemadanam Dukungan (SMK PK SPD).
Program SMK PK telah mencakup sekitar 1,8 juta siswa dengan 1.851 sekolah menjadi penerima manfaatnya. Sedangkan program SMK PK SPD dikembangkan dengan tujuan mengajak dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk menjadi co-creator pendidikan vokasi.
Chief Human Capitan, Legal, GA, dan CSR Erajaya Group, Jimmy Perangin Angin menegaskan pihaknya berkomitmen pada pelaksanaan praktik bisnis yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Salah satunya dengan mendukung perkembangan pendidikan vokasi yang dinilai akan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan unggul, serta mampu menjadi generasi penerus dunia ritel. Hal tersebut kemudian diwujudkan melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dari Kemdikbudristek yang telah terjalin sejak 2019.
Perjanjian itu dilanjutkan ke tahap kedua pada hari ini dengan dengan lingkup meliputi penyelarasan kurikulum berbasis industri sekaligus peningkatan kompetensi serta sertifikasi kompetensi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
Kemudian juga penyediaan pendidik tamu dari dunia usaha dan dunia industri, praktik kerja lapangan, penelitian terapan bersama, hingga rekrutmen kerja lapangan.
"Penggabungan perspektif dari sisi bisnis, pemerintahan, dan praktisi akan memberikan sudut pandang baru dan lengkap yang bermanfaat untuk mewujudkan generasi unggul dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masa kini," kata Jimmy.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah SMK 58 Jakarta, Maria Ulfa menambahkan, dengan adanya sinergi antara dunia industri dan sekolah dapat menambah kemampuan serta menyelaraskan kebutuhan DUDI dan kompetensi siswa.
"Kadang-kadang kita di sekolah kurang ya, dengan industri inilah kita bisa menambah pengetahuan anak, keterampilan anak," tutup dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kemdikbudristek Pendidikan Vokasi Kiki Yuliati Usaha dan Industri






















