Rabu, 15/04/2026 15:57 WIB

UNFPA: Empat Miliar Perempuan Alami Diskriminasi Gender





Lebih dari 40 persen perempuan di seluruh dunia tidak dapat menggunakan hak mereka untuk mengambil keputusan yang mendasar sendiri seperti apa mereka ingin memiliki anak atau tidak.

Kepala Perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia, Anjali Sen pada rangkaian acara Hari Kependudukan Dunia 2023, yang berlangsung di Lapangan Bola Karangampel, Indramayu, Kamis (20/7).

INDRAMAYU, Jurnas.com - Kepala Perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia, Anjali Sen mengatakan, 4 miliar perempuan dan anak perempuan atau separuh dari penduduk dunia menghadapi diskriminasi hanya karena gender.

Lebih dari 40 persen perempuan di seluruh dunia, kata dia, tidak dapat menggunakan hak mereka untuk mengambil keputusan yang mendasar sendiri seperti apa mereka ingin memiliki anak atau tidak.

"Solusinya jelas, kita perlu mewujudkan kesetaraan gender. Kita perlu memperluas akses hak-hak dankesehatan seksual dan reproduksi serta pendidikan," kata dia pada rangkaian acara Hari Kependudukan Dunia 2023, yang berlangsung di Lapangan Bola Karangampel, Indramayu, Kamis (20/7).

Menurut dia, dunia perlu mengembangkan kebijakan yang mengedepankan hak asasi manusia, dan norma-norma yang adil di tempat kerja dan di rumah, sehingga dunia dapat membangun keluarga yang lebih sehat, ekonomi yang lebih kuat, dan masyarakat yang tangguh.

Kesetaraan gender adalah kunci menuju masa depan yang sejahtera, damai, dan berkelanjutan yang dicita-citakan oleh International Conference on Population and Development (ICPD) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dengan mewujudkan kesehatan dan hak-hak seksual dan reproduksi untuk semua, dunia akan membangun fondasi bagi kesetaraan gender, martabat, dan juga kesempatan.

"Dengan memberdayakan perempuan, termasuk melalui pendidikan dan akses terhadap kontrasepsi modern, kita mendukung mereka untuk meraih aspirasi dan membangun masa depan yang mereka inginkan," tutur dia.

Dalam masyarakat yang menghadapi penduduk yang menua atau populasi kaum muda yang besar, mencapai keseimbangan gender dalam
angkatan kerja adalah cara yang paling efektif untuk meningkatkan output dan pertumbuhan pendapatan.

Di negara di mana pertumbuhan penduduknya melambat atau meningkat, pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan keluarga berencana dapat meningkatkan sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Ketika kita membuka potensi penuh perempuan dan anak perempuan, mendorong dan memupuk keinginan mereka atas kehidupan, keluarga, dan karier mereka, kita membangkitkan kepemimpinan, ide, inovasi, dan kreativitas mereka untuk masyarakat yang lebih baik," imbuh dia.

Peringatan Hari kependudukan Dunia diperingati setiap tanggal 11 Juli. Tahun ini tema yang diangkat adalah "Mengangkat Suara Perempuan dan Anak perempuan untuk Membuka Peluang Tanpa Batas."

Sebagai informasi, pada November tahun lalu, penduduk dunia telah mencapai angka delapan miliar. Dari angka tersebut, separuhnya adalah perempuan dan anak perempuan.

KEYWORD :

Anjali Sen Kesetaraan Gender Diskriminasi Perempuan UNFPA Indonesia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :