Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping telah menandatangani perjanjian baru di Kremlin di Moskow. (Vladimir Astapkovich/Sputnik/Kremlin via Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Diplomat tinggi China, Wang Yi menegaskan bahwa Beijing akan memperkuat hubungan komunikasi dan koordinasi strategis dengan Rusia, di tengah invasi Moskow ke Ukraina yang masih berlangsung hingga kini.
Hal itu disampaikan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Jakarta pada Kamis (13/7), dan menjelang KTT Asia Timur beranggotakan 18 negara yang digelar Jumat (14/7) besok.
Wang Yi usai melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, China bersikap netral dalam kaitannya dengan perang antara Rusia dan Ukraina. Namun, Beijing menolak untuk mengutuk invasi tersebut.
"Kedua belah pihak harus memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis," kata Wang dikutip dari AFP.
"China dan Rusia dengan tegas mendukung satu sama lain dalam menjaga kepentingan yang sah, mengikuti jalur koeksistensi yang harmonis dan pembangunan yang saling menguntungkan," imbuh dia.
Wang hadir mewakili China di Jakarta, karena Menteri Luar Negeri Qin Gang sedang sakit menurut keterangan Kementerian Luar Negeri.
"Kami memiliki lebih banyak area di mana minat dan rencana bertemu, jadi saya melihat perkembangan lebih lanjut dengan optimisme," ujar Lavrov.
Diketahui, China dan Rusia meningkatkan kerja sama ekonomi dan kontak diplomatik dalam beberapa tahun terakhir. Kedua belah pihak kerap bertukar pandangan tentang penguatan koordinasi dan kerja sama di bawah kerangka kerja multilateral, seperti Organisasi Kerjasama Shanghai.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Rusia Ukraina Hubungan Kerja Sama KTT Asean



























