Senin, 20/04/2026 16:54 WIB

Pendampingan SDM Berkontribusi Signifikan Tingkatkan Produktivitas Pertanian





Pendampingan SDM Berkontribusi Signifikan Tingkatkan Produktivitas Pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi membuka Forum Diskusi Grup (FGD) Fornas P4S. (Foto: Ist)

JAKARTA, Jurnas.com - Badan penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, pendampingan SDM berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan produktivitas.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh pertanian adalah kopassusnya Kementan. Untuk itu, dia berharap agar seluruh penyuluh untuk terus mendampingi petani, karena mereka sumber informasi bagi petani.

"Jadi, jika penyuluh banyakan di kota daripada di desa, maka rusak ini karena penyuluh harusnya di desa membimbing petani. Penyuluh adalah komunikator, penyuluh itu integrator, penyuluh adalah motivator, penyuluh adalah organisator, penyuluh adalah dinamisator. Ini terus saya pantau," ujar Mentan.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 40 dengan tema Membangun Pertanian Indonesia, Jumat (28/10), berharap agar para penyuluh terus mendampingi penyuluh.

"Oleh karena itu, saya sangat berharap dimanapun penyuluh berada bahwa peran dan tupoksi para penyuluh harus nampak," harap Dedi.

Dedi juga mengatakan bahwa peran penyuluh sebagai motivator kepada petani dalam kondisi apapun. "Saat ini dalam kondisi pupuk mahal, penyuluh harus hadir di hadapan petani memberikan solusi," tutur Dedi.

Penyuluh juga, lanjut Dedi, sebagai fasilitator. Artinya, penyuluh harus memfaslitasi pembangunan pertanian di level paling bawah. "Fasilitasi petani kita untuk mendapatkan pupuk subsidi, fasilitas petani untuk mengakses benih, dan fasilitasi petani kita agar lancar di dalam proses on farm dan off farm," imbuhnya.

Hadir sebagai narasumber MSPP, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Saatraatmadja menyampaikan, keberhasilan swasembada beras pada 1984 dan 2019-2021 tidak lepas dari peran para penyuluh pertanian.

Dengan kesabaran dan ketelatenan, kata Entang, para penyuluh pertanian mampu membangun mind-set baru kepada para petani terkait dengan tata cara budidaya padi yang efektif dan efisien.

"Lebih jauh dari itu, pada zamannya penyuluh pertanian telah dikukuhkan oleh masyarakat selaku problem solver. Penyuluh pertanian dianggap sebagai orang yang serba tahu dan serba mengerti atas seabreg masalah yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan aspek sosial ekonomi mereka," jelas Entang.

Olehnya itu, para penyuluh pertanian bukan hanya tampil sebagai sumber informasi terkait dengan soal-soal budidaya pertanian,tetapi juga menjadi tempat bertanya masyarakat terhadap masalah kehidupan yang ada di sekitarnya.

"Penyuluh kuat pertanian hebat, tentu bukan hanya sebuah jargon. Kita percaya, pernyataan Menteri Pertanian di atas, bukan hanya sekedar membuat harapan, namun yang lebih penting lagi adalah bagainana kalimat tersebut dapat diwujudkan dalam kiprah nyata di lapangan. Semoga menjadi kenyataan," imbuh Entang.

KEYWORD :

Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :