Rabu, 15/04/2026 11:56 WIB

Terkait Stok Kedelai, Mendag Beda Pendapat Dengan BPN





Terkait stok kedelai, Mendag beda pendapat dengan Badan Pangan Nasional

Illustrasi kacang kedelai kualitas impor, bahan pembuatan Tahu dan Tempe. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pangan Nasional (BPN) mengatakan, bahwa stok kedelai hanya bertahan selama tujuh hari. Ha itu, mendapat bantahan dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas. Mendag Zulhas menjamin bahwa stok kedelai masih dalam kondisi aman hingga tiga bulan kedepan.

"Stok aman, aman sampai tiga bulan aman sudah. Ada yang bilang seminggu itu hoaks stok aman untuk 3 bulan," ujar Zulhas kepada awak media di Kantor Kemendag, Selasa (25/10/2022).

Zulhas mengakui, memang saat ini harga kedelai sedang tinggi sebab kedelai yang dibeli Pemerintah merupakan kedelai pada Juli 2022 lalu. "Tapi kalau kurs naik susah juga. Harga internasional sudah turun, jadi yang beli sekarang sampainya 40 hari, jadi 40 hari lagi sudah turun harga dolarnya. Tapi yang hari ini harga beli yang lalu jadi masih mahal," jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawai mengatakan bahwa stok kedelai hanya bertahan selama tujuh hari. Astawai mengatakan, dengan ketahanan pangan kedelai yang hanya selama tujuh hari perlu menjadi perhatian. Sebab komoditas tersebut sangat diperlukan oleh para pengrajin tempe/tahu.

"Kedelai tujuh hari, Ini yang sangat perlu kita perhatikan. Kalau di daerah Jawa, di daerah pengrajin tahu tempe kedelai menjadi komoditas yang sangat diperlukan," ujar Astawai dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Sulawesi Selatan.

Selain itu Astawai menuturkan, untuk beras saat ini ketahanan pangan ada di 88 hari, jagung 52 hari, bawang merah 39 hari, dan cabai besar 12 hari. Kemudian, daging lembu 82 hari, daging ayam ras 62 hari, telur ayam ras tiga hari, gula konsumsi 149 hari, dan minyak goreng 77 hari.

Adapun dengan kondisi tersebut, Astawai optimis RI tidak akan terdampak oleh resesi melalui pangan. Namun, hal itu juga harus diwaspadai sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kenapa kita penting waspada, kita tidak boleh ternyata apa terpaku dengan bahasa batu kayu dan batu hidup di Indonesia jangan. Kita harus mulai bergerak mulai bersama-sama yakinkan bahwa kita harus bersama-sama berusaha," terangnya.

KEYWORD :

Mendag Zulhas BPN kedelai




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :