Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Dok. Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memenuhi undangan Komisi III DPR RI terkait penembakan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang menjerat Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Rabu (24/8).
Kepada para legislator, Kapolri menjelaskan rangkaian peristiwa dugaan rekayasa yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo. Mulanya dia menceritakan soal momen Karopenmas Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat konferensi pers.
"11 Juli Karopenmas melakukan konferensi pers terkait dengan peristiwa meninggalnya almarhum Yosua," jelasnya.
Kapolri akui, Ramadhan tidak menguasai materi jumpa pers lantaran informasi yang diterimanya dari Divisi Propam Polri sudah direkayasa oleh Sambo.
"Saat itu Karopenmas terkesan kurang menguasai materi karena mendapatkan bahan informasi yang tidak utuh dan telah direkayasa oleh Divpropam," ungkapnya.
MU Uji Reaksi Fans soal Harga Tiket Stadion Baru
Jenderal Sigit menjelaskan, usai Brigjen Ahmad Ramadhan menggelar konferensi pers muncul rangkaian dugaan kejanggalan kematian Brigadir J.
"Hal ini mengakibatkan publik semakin bertanya-tanya dan muncul mengenai kejanggalan almarhum Yosua," tandasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi III Kapolri Listyo Sigit Prabowo penembakan Brigadir J Ferdy Sambo



























