Selasa, 21/07/2026 08:59 WIB

AirNav Indonesia Perkuat Sistem Navigasi Berbasis Satelit





Beberapa waktu terakhir, isu gangguan GNSS menjadi perhatian global bagi industri penerbangan.

Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara AirNav Indonesia dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk penguatan sistem navigasi penerbangan berbasis satelit di Tangerang, Banten, Senin (20/7/2026). Foto: lppnpi/jurnas

TANGERANG, Jurnas.com – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Sistem Navigasi Penerbangan Berbasis Satelit bersama Badan Informasi Geospasial (BIG), di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Senin (20/7/2026).

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Informasi Geospasial, Mohamad Arief Syafi`i, sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan informasi geospasial dalam mendukung layanan navigasi penerbangan yang semakin aman, akurat, efisien, dan berstandar internasional.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, mengatakan, kerja sama ini, menurutnya, menjadi landasan bagi kedua institusi dalam mengembangkan kolaborasi di bidang pemanfaatan informasi geospasial, termasuk data koreksi Global Navigation Satellite System (GNSS) secara real-time, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, riset, pengembangan teknologi, serta berbagai bentuk kerja sama lain yang akan dituangkan lebih lanjut melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Nota Kesepahaman ini sendiri berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.

"Dalam beberapa waktu terakhir, isu gangguan GNSS menjadi perhatian global bagi industri penerbangan. Melalui kolaborasi ini, AirNav Indonesia memperkuat pemanfaatan teknologi, pengolahan data yang semakin presisi, serta sinergi dengan Badan Informasi Geospasial guna meningkatkan keandalan sistem navigasi penerbangan sekaligus menjaga keselamatan, keamanan, dan efisiensi layanan," ujar Avirianto.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Informasi Geospasial, Mohamad Arief Syafi`i, menegaskan bahwa informasi geospasial memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung berbagai sektor strategis nasional, termasuk transportasi udara.

"Kolaborasi antara BIG dan AirNav Indonesia merupakan wujud transformasi dalam penyediaan informasi geospasial yang lebih cepat, akurat, dan evidence-based. BIG siap menjadi mitra strategis AirNav Indonesia melalui penyediaan data geospasial, pemantauan sinyal GNSS, serta pengembangan riset dan teknologi untuk memperkuat keselamatan dan keandalan navigasi penerbangan nasional," kata Arief.

Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap, menambahkan bahwa AirNav Indonesia saat ini tengah mengembangkan GNSS Monitoring System untuk memantau kualitas sinyal GNSS secara berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial, AirNav Indonesia akan memanfaatkan data geospasial dan data koreksi GNSS secara real-time guna mengidentifikasi wilayah yang mengalami indikasi gangguan maupun yang memiliki kualitas sinyal yang baik. Langkah ini akan semakin meningkatkan keandalan layanan navigasi penerbangan," ujar Zainal.

KEYWORD :

AirNav Indonesia Avirianto Suratno Navigasi berbasis satelit




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :