Rabu, 15/04/2026 16:39 WIB

AS Sebut Presiden Bashar al-Assad Jadi Penghambat Solusi Politik Suriah





AS sebut Presiden Bashar al-Assad jadi penghambat solusi politik Suriah.

Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Dekat Barbara Leaf bersaksi di depan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, 8 Juni 2022. (Screengrab)

JAKARTA, Jurnas.com - Pemerintahan Joe Biden tidak memiliki rencana untuk melakukan normalisasi dan memperbaiki hubungan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad atau mencabut sanksi terhadap rezim Assad.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat Barbara Leaf mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa Assad dan orang-orang di sekitarnya tetap menjadi satu-satunya hambatan terbesar untuk solusi politik di Suriah.

"Tanggung jawab utama atas tragedi yang berkelanjutan ini terletak pada Bashar al-Assad, yang didukung Rusia dan Iran, yang membawa negaranya ke keadaan mengerikan ini dan tetap keras kepala, menolak memberikan harapan apa pun kepada Suriah untuk masa depan yang lebih baik," kata Leaf saat berbicara di Komite Luar Negeri Senat AS.

Invasi Rusia ke Ukraina telah mengalihkan perhatian dari perang yang sedang berlangsung di seluruh dunia, termasuk di Suriah, tetapi Leaf mengatakan berencana menjadikan Suriah prioritas di dalam Kementerian Luar Negeri AS.

Diplomat AS itu mengatakan, Washington akan menggunakan semua alatnya untuk menekan rezim Assad, termasuk sanksi Caesar Act.  Awal tahun ini AS memang telah menyatakan tak akan mencabut sanksi terhadap Suriah sebelum ada kemajuan dalam solusi politik.

Mengecilkan upaya untuk memperbaiki hubungan dengan Assad, Leaf dan dua senator senior mengecam negara-negara yang telah menyambut Presiden Suriah.

Leaf mengatakan terkejut melihat Assad disambut oleh Uni Emirat Arab (UEA) pada bulan Maret. Ia melakukan perjalanan pertamanya ke negara Arab sejak pecahnya perang saudara Suriah.

Senator Republik di Komite Hubungan Luar Negeri, Jim Risch, mengatakan kunjungan itu "memuakkan."

Laporan menunjukkan bahwa beberapa negara Arab percaya bahwa membawa Suriah kembali ke Liga Arab dapat mendorong irisan antara Damaskus dan Iran.

Keanggotaan Suriah di Liga Arab telah ditangguhkan sejak perang dimulai.

"Saya terus terang sepenuhnya skeptis. Saya pikir Assad mengambil dari segala arah, dan dia tidak memberikan imbalan apa pun," kata Leaf ketika membahas potensi untuk menarik Assad dari Teheran dan lebih dekat ke negara-negara Arab.

Sumber: Alrabiya News

KEYWORD :

Barbara Leaf Bashar al-Assad Suriah Amerika Serikat Iran Rusia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :