Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi bangunan yang hancur akibat penembakan, di tengah invasi Rusia ke Ukraina di Borodyanka, di wilayah Kyiv, 7 April 2022. (Foto: Reuters/Marko Djurica)
KYIV, Jurnas.com - Sebuah kuburan dengan puluhan warga sipil telah ditemukan di desa Buzova dekat Kyiv. Ini kuburan massal terbaru yang dilaporkan ditemukan setelah pasukan Rusia mundur dari daerah utara ibukota untuk memfokuskan serangan mereka di timur.
Taras Didych, kepala komunitas Dmytrivka yang mencakup Buzova, mengatakan mayat-mayat itu ditemukan di parit dekat pom bensin. Namun, ia mengatakan jumlah korban tewas belum bisa dipastikan.
"Sekarang kami hidup kembali, tetapi selama pendudukan kami memiliki `titik api` kami, banyak warga sipil tewas," kata Didych kepada televisi Ukraina pada Sabtu (9/4) malam.
Meski demikian, Reuters mengatakan belum dapat mengkonfirmasi laporan tersebut.
Korban sipil yang meningkat memicu kecaman internasional yang meluas dan sanksi baru, khususnya atas ratusan kematian di kota Bucha, di barat laut Kyiv yang sampai lebih dari seminggu yang lalu diduduki oleh pasukan Rusia.
Rusia membantah tuduhan Ukraina dan negara-negara Barat tentang kejahatan perang. Beruang Merah tersebut membantah menargetkan warga sipil dalam apa yang disebutnya operasi khusus untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.
Rusia telah gagal merebut satu kota besar sejak invasi pada 24 Februari tetapi Ukraina mengatakan Rusia sedang mengumpulkan pasukannya di timur untuk serangan besar dan telah mendesak orang-orang untuk melarikan diri.
9.000 Warga Palestina Terbunuh dalam Perang Israel-Hamas, Gaza Penuh dengan Kuburan Massal
Rusia sedang berusaha untuk membangun koridor darat dari Krimea, yang dicaploknya pada tahun 2014, dan wilayah Donbas timur, yang sebagian dikuasai oleh separatis yang didukung Moskow, kata kementerian pertahanan Inggris.
Angkatan bersenjata Rusia juga berusaha memperkuat jumlah pasukan dengan personel yang diberhentikan dari dinas militer sejak 2012, katanya dalam pembaruan intelijen reguler pada hari Minggu.
Beberapa kota di timur berada di bawah pengeboman berat dengan puluhan ribu orang tidak dapat mengungsi.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan, penggunaan kekuatan Rusia adalah bencana yang pasti akan menimpa semua orang.
Dalam pidatonya pada Sabtu malam, ia kembali menyerukan kepada sekutu Barat untuk embargo penuh terhadap produk energi Rusia dan lebih banyak senjata untuk Ukraina.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson bertemu Zelenskyy di Kyiv padaSabtu dan menjanjikan kendaraan lapis baja dan sistem rudal anti-kapal, bersama dengan dukungan tambahan untuk pinjaman Bank Dunia.
Inggris juga akan meningkatkan sanksinya terhadap Rusia dan menjauh dari penggunaan hidrokarbon Rusia, kata Johnson.
Uni Eropa pada Jumat mengadopsi sanksi baru terhadap Rusia, termasuk larangan impor batu bara, kayu, bahan kimia dan produk lainnya. Impor minyak dan gas dari Rusia tetap tidak tersentuh.
Johnson, berbicara kepada wartawan dengan Zelenskyy, mengatakan dukungan untuk Ukraina dimaksudkan untuk memastikan "tidak akan pernah bisa diganggu lagi, tidak akan pernah diperas lagi, tidak akan pernah diancam dengan cara yang sama lagi".
Johnson adalah pemimpin asing terbaru yang mengunjungi Kyiv setelah pasukan Rusia mundur dari daerah itu, menandai kembalinya ibu kota ke tingkat normal. Italia mengatakan pihaknya berencana untuk membuka kembali kedutaannya bulan ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kuburan Massal Invasi Rusia ke Ukraina Buzova
















