Sabtu, 08/08/2020 03:44 WIB

Mayoritas Alumni Ingin Pemilihan Ketua IKA Unpad Secara Langsung

Masa kepengurusan Hikmat Kurnia sebagai ketua Ikatan Alumni Unpad (IKA UNPAD) akan berakhir 2020.

Loga IKA Unpad

Jakarta, Jurnas.com - Sebagian besar alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) menolak rencana perubahan proses pemilihan ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad, dari pemilihan langsung one man one vote menjadi tidak langsung atau pemilihan melalui perwakilan.

Penasehat IKA Unpad Ferry Mursidan Baldan mengatakan, mayoritas alumni menginginkan pemilihan langsung dan diikuti oleh seluruh anggota Ikatan Keluarga Alumni Unpad.

“Hampir semua anggota ikatan alumni ingin menggunakan hak pilihnya dan berpartisipasi dalam Pemilu IKA Unpad kali ini," jelas Ferry kepada media, Kamis (30/7/2020).

Ferry menjelaskan, hasil survei online menunjukkan bahwa mayoritas alumni ingin agar pemilihan dilakukan secara langsung, one man one vote. Karenanya, pemilihan jangan dilakukan melalui perwakilan, baik komisariat fakultas, komisariat daerah, maupun komunitas.

Suara penolakan juga datang dari salah satu alumni Asri Vidya Dewi. Alumnus Fakultas Hukum dan Fakultas Mipa Unpad ini menilai pemilihan langsung adalah amanat AD/ART IKA Unpad.

Jika ingin mengubah aturan ini, kata Asri, mau tidak mau harus dengan mengubah AD/ART pula. Tidak bisa hanya dengan SK Panitia.

Ia memberikan saran, jika perubahan pemilihan terjadi karena ada alasan pandemic Covid-19, maka bisa diatasi dengan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai dengan prosedur yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Seperti yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, lanjut Asri, bisa juga berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia setempat untuk membuat posko rapid test selama pemilihan, edukasi menjelang pemilihan, termasuk melibatkan stake holder dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

"Hal yang substantif tidak boleh dihilangkan karena alasan teknis. Memperhadapkan hal substantive dan hal teknis dalam konteks pemilu kan konyol," jelasnya.

Sementara itu, Defrizal Djamaris selaku Juru Bicara Tim Advokasi Calon Ketua IKA Unpad Ary Zulfikar (Azoo), meminta panitia Mubes berpehang pada ketetapan sebelumnya, bahwa pemilu raya Ketua IKA Unpad dilakukan dengan sistem pemilihan langsung.

Ia juga meminta agar panitia melibatkan semua stakehlder untuk mengadakan sistem pemilihan langsung. Bukan sistem perwakilan.

Defrizal bahkan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum apabila panitia tidak melaksanakan amanat melakukannpemilihan secara langsung.

Ketua Tim Pemenangan Calon Ketua IKA Unpad Azoo, Arie Budiman, mengatakan ada pihak yang menggiring agar tata cara pemilu diubah menjadi perwakilan atau permusyawaratan.

Penggiringan ini, jelas Arie, sangat terasa ketika perdebatan menjadi tidak lagi ilmiah dan logis. Tapi hanya sekedar mencari pembenaran dan terkesan memaksakan.

Dalam pertemuan dengan panitia pemilu, Arir menyebut ada pendapat dari timses kandidat lain yang mengatakan musyawarah mufakat adalah yang paling sesuai untuk menghindari keributan atau ketua ditunjuk oleh 18 Wakil Komisariat Fakultas.

"AD/ART bisa dikesampingkan atas dasar kesepakatan. UUD saja bisa diubah berdasarkan kesepakatan begitu katanya," ujar Arie.

Namun, ketika Tim Pemenangan Azoo menyampaikan banyak pelanggaran atas AD/ART seperti Pra Mubes, Mubes yang diadakan tidak sesuai ketentuan (harusnya undangan 1 bulan sebelumnya). Panitia pemilu berdalih AD/ART bisa disimpangi karena kondisi dan kesepakatan.

"Kelihatan sekali mereka tidak siap dengan legalitas dan argumen logis kecuali tujuan untuk mengubah sistem pemilihan," ungkapnya.

Panitia Pemilu IKA Unpad melalui Surat Keputusannya No. 005/MUBES/IKA- UNPAD/II/2020 tgl 19 Januari 2020 telah menetapkan 6 kandidat ketua Ika Unpad yaitu,Tatan Pria Sudjana, Dr. Tasdiyanto, Dr. Ary Zulfikar, Dr. Hadiyanto, SH, Irawati Hermawan, SH, MH dan Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Lima kandidat tersebut maju atas dukungan minimal 2 Komisariat Fakultas/Daerah dan satu calon lagi yaitu Ary Zulfikar, atau lebih dikenal dengan sebutan Kang Azoo, alumnus berdarah Sukabumi ini maju dari jalur dukungan perseorangan yang mensyaratkan minimal 250 dukungan alumni.

Pemilu tersebut dilakukan karena Kepengurusan Ikatan Alumni Unpad (IKA UNPAD) 2016-2020 di bawah kepempimpinan Hikmat Kurnia akan berakhir 2020.

TAGS : Ikatan Keluarga Alumni Unpad Ferry Mursyidan Baldan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :