Kamis, 12/12/2019 05:59 WIB

Generasi Muda Harus Ikut Menjaga Keberagaman Indonesia

Pendidikan Pancasila mulai redup sehingga anak-anak dan generasi muda mulai kehilangan jati diri bangsa

Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode outbond Bela Negara yang diikuti oleh 100 Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Sulawesi Utara, Manado, 21 Juli 2019.

Jakarta, Jurnas.com - Pendidikan Pancasila mulai redup sehingga anak-anak dan generasi muda mulai kehilangan jati diri bangsa. Dengan diselenggarakan outbond merupakan langkah taktis untuk mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan guna menangkal pengaruh budaya dan ideologi yang tak sesuai dengan kepribadian dan nilai-nilai luhur.

Hal demikian disampaikan Thahir dalam malam penutupan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode outbond Bela Negara yang diikuti oleh 100 Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Sulawesi Utara, Manado, 21 Juli 2019.

Untuk itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada pemateri dan pelatih dalam acara yang digelar mulai tanggal 19 Juli. Thahir mengharap kegiatan seperti yang dialami dilaksanakan di tengah masyarakat dengan alasan, "masih banyak masyarakat awam terhadap Pancasila sehingga rawan disusupi budaya dan ideologi yang tak sesuai dengan nilai-nilai bangsa", ungkapnya.

Kesan dan pesan juga disampaikan oleh anggota Menwa lainnya, Devita Perwana. Ia terkesan dengan kegiatan yang pelatihnya datang dari Kopassus itu. "Membuat wawasan saya bertambah", tuturnya.

Dengan kegiatan itu, didorong generasi muda tak apatis namun menjadi agent of change. Sama dengan Thahir, Devita ingin kegiatan ini juga dilakukan di perguruan-perguruan tinggi. "Karena banyak masyarakat yang belum tahu Empat Pilar", ungkapnya.

Anggota Lembaga Pengkajian MPR, Wahidin Ismail dalam penutupan mengatakan, dirinya optimis setelah mengikuti Outbond Bela Negara. "Peserta menunjukan disiplin yang tinggi", paparnya.

Dalam sambutan, pria asal Aceh itu mengingatkan suatu bangsa akan mati bila tidak mampu merawat dan mengelola potensi yang dimiliki. Ia menyebut Uni Soviet, Jugoslavia, dan beberapa negara lainnya pecah dan bubar karena tidak bisa merawat dan mengelola keberagaman yang dimiliki. "Dengan demikian tak ada jaminan sebuah bangsa akan terus bertahan", tuturnya.

Indonesia, dikatakan merupakan sebuah negara yang wilayahnya, padat penduduknya, beragam budaya, adat, bahasa, dan agamanya. Apa yang dimiliki negara ini di satu sisi adalah kekayaan namun di sisi yang lain adalah potensi perpecahan.

Bangsa ini barusan menyelenggarakan Pemilu yang sangat dinamis. Untuk itu Wahidin berharap ke depan kita semakin menyatu. "Bangsa ini telah menghadapi berbagai cobaan dan lulus dalam ujian itu", ucapnya. Masih bersatunya Indonesia diakui oleh mantan anggota DPD dari Papua Barat itu karena anugrah dari Tuhan dan bangsa ini mampu merawat titipan dari pendiri bangsa yakni ikatan dalam keragaman yang menjadi pegangan bersama.

Para Menwa sebagai generasi muda diakui mempunyai peran penting dalam ikut menjaga dan merawat Indonesia. "Dengan sosialisasi ini semakin sempurna bagi Menwa untuk melanjutkan cita-cita pendiri bangsa", tuturnya. "Kalian harus menjadi virus yang baik untuk persatuan bangsa", tambahnya.

TAGS : Kinerja MPR




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :