Senin, 16/12/2019 06:00 WIB

Diprotes Soal Dukungan ke China, Saudi Berkelit

Arab Saudi berkelit soal surat pernyataan yang ditandatangani bersama 36 negara, terkait dukungan untuk kebijakan China terhadap Muslim di Xinjiang.

Muslim Uighur di China

New York, Jurnas.com - Arab Saudi berkelit soal surat pernyataan yang ditandatangani bersama 36 negara, terkait dukungan untuk kebijakan China terhadap Muslim di Xinjiang.

China sebelumnya dikutuk oleh dunia internasional terkait penahanan Muslim Uighur di Xinjiang. Pemerintah mendirikan kamp-kamp pelatihan, yang bertujuan menghilangkan ekstrimisme, dengan memberikan orang keterampilan baru.

Namun pekan lalu, hampir dua lusin negara di bawah Dewan Hak Asasi Manusia PBB menulis surat yang menyerukan agar China menghentikan penahanan massal.

Dan sebagai tanggapan, Arab Saudi, Rusia, dan 35 negara lainnya menulis surat berisi pujian atas prestasi luar biasa China di bidang hak asasi manusia.

Saat ditanya mengenai dukungan tersebut, Duta Besar Saudi untuk PBB, Abdallah al-Mouallimi berkelit. Dia mengatakan kepada awak media bahwa surat itu bicara soal pekerjaan pembangunan di China.

"Tidak membahas hal lain. Tidak ada yang bisa lebih peduli tentang status Muslim di mana pun di dunia selain Arab Saudi," kata Al-Mouallimi dilansir dari Channel News Asia, pada Jumat (19/7).

"Apa yang kami katakan ialah kami mendukung kebijakan pembangunan China, yang telah mengangkat orang keluar dari jalur kemiskinan," imbuh dia.

Beberapa waktu lalu, salinan surat sempat dilihat oleh Reuters. Di dalamnya terdapat pernyataan yang menyebutkan bahwa keamanan telah diberlakukan di Xinjiang, dan hak asasi manusia semua kelompok etnis telah dilindungi.

"Menghadapi tantangan besar terorisme dan ekstremisme, China telah melakukan serangkaian tindakan kontra-terorisme dan deradikalisasi di Xinjiang, termasuk mendirikan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan," demikian bunyi surat itu.

Awal bulan ini, Amerika Serikat dan Jerman mengecam Tiongkok selama pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB mengenai pusat-pusat penahanan.

Sebagai tanggapan, China menegaskan bahwa negara-negara tersebut tidak punya hak untuk mengangkat masalah ini di Dewan Keamanan, karena itu adalah masalah internal negara.

Pada Juni, Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara barat lainnya juga keberatan atas kunjungan kepala kontraterorisme PBB ke Xinjiang. Dikhawatirkan kunjungan itu akan mengesahkan argumen China bahwa pihaknya sedang menangani terorisme.

TAGS : China Xinjiang Arab Saudi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :