Rabu, 24/04/2019 07:12 WIB

"Linens for Life" Mengolah Limbah jadi Berkah

Menjadikan limbah sebagai bahan dasar mencipta baju adalah sebuah tantangan.

Menjadikan limbah sebagai bahan dasar mencipta baju adalah sebuah tantangan (Foto: Muara Bagja)

Bali, Jurnas.com - Sekolah mode Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo dengan antusias menerima ajakan dari AccorHotels, grup multinasional jaringan hotel, resor, dan properti vakansi, untuk mengolah limbah yang diberi tajuk: Linens for Life.

Menurut pimpinan sekolah, Susan Budihardjo untuk mendaur ulang limbah perlengkapan hotel yang terbuat dari kain semacam seprai, handuk, seragam, tirai, dst tersebut menjadi berbagai jenis busana serta elemen mode diperlukan arahan.

LPTB Susan Budihardjo menawarkan, dalam dua belas bulan ke depan sekolah mode yang sudah hampir 40 tahun berdiri itu akan menurunkan tenaga pengajarnya untuk berbagi ilmu terapan praktis kepada kelompok ibu-ibu berpendapatan rendah agar dapat menciptakan benda bermanfaat dan berdaya jual demi menambah penghasilan kelompok yang semakin bertambah jumlah anggotanya tersebut.

Program dimulai dari membuat hal yang mudah dahulu. Langkah pertama menciptakan karya dari pola jahit yang telah disediakan oleh LPTB Susan Budihardjo misalnya tas, apron hingga kimono. Selanjutnya secara bertahap pengajaran ditingkatkan hingga akhirnya penerima pelatihan dapat menciptakan karyanya sendiri.

Bagi Susan, menjadikan limbah sebagai bahan dasar mencipta baju adalah tantangan, karena hasil karya busana kami harus membuat orang merasa gaya.

Selain kreativitas, unsur higienis perhitungkan juga. Penggodokan ulang dan pencelupan warna diterapkan untuk membuang rasa tidak nyaman saat mengenakan barang bekas.

Unsur gaya dikombinasikan dengan karakter desain yang kuat dan membuat orang tidak lagi melihat dari mana bahan bermula. Siapa sangka jika dari selembar bahan bekas dapat tercipta beragam busana, mulai busana santai, pakaian olahraga, gaun malam, bahkan baju winter coat sekali pun.

"Mudah-mudahan kontribusi kami membawa angin segar dalam kreativitas dan mampu menginspirasi orang lain”, ujar Susan di Bali, beberapa waktu lalu.

Kerja keras di balik koleksi lelang guru-guru dan desainer lulusan LPTB Susan Budihardjo menyambut baik undangan untuk turut berpartisipasi dalam menciptakan busana dari olahan limbah ini.

Ketika seprai, handuk, dan kain bekas lainnya datang dari AccorHotels, mereka langsung bergerak. Dengan suportif rela mengorbankan waktu dan pikiran untuk menuangkan ide paling cemerlang mereka, bahkan membiayai sendiri urusan produksi seperti pencelupan, penambahan bahan, hingga menyediakan aksesori.

Tujuh puluh set busana ciptaan mereka akan langsung dilelang secara tertutup. Hasil penjualan didonasikan untuk membantu pembiayaan program Linens for Life.

TAGS : Olahan Limbah Bahan Baju Susan Budiharjo




TERPOPULER :