Selasa, 23/04/2019 05:07 WIB

Hubungan AS-Arab Saudi Mandek jika Putra Mahkota Tak Dibereskan

Graham juga mengatakan, Kongres akan menerapkan kembali sanksi terhadap oknum yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh, Arab Saudi pada 24 Oktober 2018 (Foto: Giuseppe Cacace/AFP/Getty Images)

Ankara - Senator Republik Amerika Serikat (AS), Lindsey Graham, mengatakan, hubungan antara AS dan Arab Saudi akan mandek jika kasus Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman tidak dibereskan.

Sehari setelah pertemuan dengan Presiden Turki, Tayyip Erdogan di Ankara, Graham juga mengatakan, Kongres akan menerapkan kembali sanksi terhadap oknum yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.

"Hubungan antara AS dan Arab Saudi tidak dapat bergerak maju sampai kasus Putra Mahkota Mohammed bin Salman ditangani," kata Graham, dilansir dari Reuters.

Khashoggi adalah jurnalis Saudi dan penduduk AS yang menulis kolom opini untuk Washington Post. Ia tewas dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Riyadh awalnya membantah mengetahui soal hilangnya Khashoggi, lalu mengemukan penjelasan yang kontradiktif. Salah satu di antara pernyataannya adalah, Khashoggi terbunuh dalam operasi jahat.

Pejabat Saudi mengatakan putra mahkota tidak tahu apa-apa tentang pembunuhan itu. Tahun lalu, Arab Saudi mengatakan, 21 orang Saudi ditahan sehubungan dengan kasus Khashoggi, 11 di antaranya telah didakwa dan dirujuk ke pengadilan.

Sementara itu, Washington juga menjatuhkan sanksi ekonomi kepada 17 pejabat Saudi pada November karena diduga berperan dalam pembunuhan Khashoggi.

Pada Desember, Senat mendorong resolusi untuk mengakhiri dukungan militer AS untuk koalisi pimpinan Saudi dalam perang di Yaman. Anggota parlemen juga bersumpah untuk mendorong sanksi terhadap kerajaan di tahun baru.

TAGS : Jamal Khashoggi Arab Saudi Amerika Serikat Turki




TERPOPULER :