Rabu, 12/12/2018 10:48 WIB

Badai Hantam Hongkong, Menaker Minta PMI Tetap Tenang

Menaker juga berpesan agar WNI/PMI tetap mengikuti intruksi yang dikeluarkan pihak Hongkong agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Menteri Hanif Dhakiri

Jakarta - Badai raksasa Mangkhut menghantam Hong Kong, Makau, dan kota-kota di sekitar garis pantai wilayah selatan China. Pada Sabtu (15/09/2018), badai tersebut menuju ke Filipina, menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan sedikitnya 28 orang.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meminta warga negara Indonesia atau Pekerja Migran Indonesia (WNI/PMI) yang sedang berada di Hongkong untuk tetap tenang dan waspada atas musibah tersebut.

Selain itu, Menaker juga berpesan agar WNI/PMI tetap mengikuti intruksi yang dikeluarkan pihak Hongkong agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Saya berpesan kepada teman-teman WNI/PMI untuk tetap tenang, tetap berhati-hati dan terus waspada terhadap bahaya badai topan yang berkecepatan 240 km/jam itu," tulis Hanif dalam akun instagram pribadinya.

"Kita juga meminta teman-teman WNI/PMI untuk tetap memperhatikan dan melaksanakan instruksi dari Pemerintah Hongkong agar terhindar dari bahaya," tambah akun @hanifdhakiri.

Politisi PKB itu tak lupa juga mengirimkan belangsungkawa atas kejadian yang menimpa Hongkong dan berharap tak banyak korban dalam bencana tersebut.

"Kita sangat prihatin dan terus berdoa agar semua pekerja migran di Hongkong dan semua yang ada di sana aman dan selamat," lanjutnya.

Sementara itu, sistem Penanggulangan Bencana dan Koordinasi Global Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa 43,4 juta orang terkena dampak sebelum badai menghilang.

Dilansir Asian Times, di Hong Kong, peringatan atas badai No. 10 itu diumumkan pada Minggu (16/09), dengan pusat cuaca melaporkan hujan deras dan berkelanjutan. Kerusakan yang luas pada bangunan telah dilaporkan karena jendela-jendela hancur dan blok menara bergoyang.

Gelombang besar juga telah menghantam garis pantai. Angin topan dengan kecepatan hingga 175km/ jam, atau 108 mil per jam, bergerak lebih dekat ke Wilayah Administratif Khusus. Maskapai-maskapai besar telah membatalkan penerbangan dan pemberangkatan kereta api, selain transportasi lokal.

TAGS : Info Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Menaker Badai Hongkong




TERPOPULER :