Rabu, 26/09/2018 04:30 WIB

Begini Cara Lapas Maros di Hari Literasi Dunia

Kegiatan tersebut digelar,  juga untuk mengasah kemampuan Literasi warga binaan agar lebih tertarik dan memahami makna literasi.

Pelatihan penulisan di Lapas Maros menyambut hari literasi dunia 2018

Maros - Sebanyak 40an orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II1 Maros, Sulawesi Selatan, mengikuti pelatihan menulis karya sastra berkaitan dengan peringatan Hari Literasi Internasional, Sabtu (8/9).

Untuk mengikuti pelatiha itu, Kepala Seksi Pembinaan Lapas, Simung mengatakan, para peserta yang memenuhi syarat telah menjalani sepertiga masa pidananya."Semua ini
berdasarkan hasil seleksi sesuai aturan yang ada," katanya di sela-sela acara yang berlangsung santai dan menyenangkan itu.

Sementara itu,  KB Andi Baso,  Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Maros,  Indra Setiabudi menyatakan, meminta kepada Yayasan Kerja Bersama untuk Semesta (YAKABUS) agar  tak bosan-bosannya bermitra dengan Lapas Klas II A Maros.

Sehingga, katanya lagi, aktivitas pembinaan maupun kegiatan kerja dapat semakin bergairah. "Mohon kegiatan-kegiatan serupa dapat  ditingkatkn pada masa-masa mendatang", pintanya.

Kegiatan tersebut digelar,  juga untuk mengasah kemampuan Literasi warga binaan agar lebih tertarik dan memahami makna literasi yang sesungguhnya dan dapat mengaktualisasikan pengetahuan yang didapatkannya dalam menggeluti cinta literasi atau baca buku.

Penanggung Jawab Acara yang juga inisiator Pustaka Jeruji, Salahudddin Alam mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berkat sikap tangan terbuka dan dukungan penuh dari Pihak Lapas tutur Sekretaris Yakabus ini.

"Pihak Lapas sangat mendukung kegiatan kami, baik Kalapas yang lama mau pun Kalapas yang baru ini. Meski dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada. Tapi itu menjadi penyemangat kita di pengelola Pustaka Jeruji" ungkapnya.

Salahuddin Alam menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan menulis karya sastra dalam bentuk esai, puisi, cerpen dan Story Telling ini, sebagai upaya pendidikan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan seni komunikasi dalam bentuk tulisan.

"Sekaligus akan mengikutkan mereka dalam Sayembara Penulisan Cerpen,  Puisi, Essai dan Story Telling  yang sedang digelar saat ini yang merupakan kerjasama Ditjenpas,  Perpustakan Nasional,  Kelompok Kompas Gramedia, Pustaka Bergerak,  Yakabus dan Pustaka Jeruji Indonesia. kegiatan ini berhadiah total 150 juta Rupiah," ujar Salahuddin.

Pustaka Jeruji Lapas Maros kini telah memiliki lebih dari 3000 buah buku bacaan yang bisa dimanfaatkan oleh warga binaan. Bahkan, menurut Alam, masih ada beberapa dos buku yang saat ini baru tiba dan belum dipajang karena keterbatasan rak buku dan juga ruangan yang belum maksimal.

Pustaka Jeruji Lapas Maros ini diresmikan oleh Najwa Shihab bersama dengan Direktur TI dan Kerjasama Ditjepas Aman Riyadi.

Pustaka Bergerak dan simpul pustaka di banyak wilayah di Indonesia. Bahkan, tahun lalu, Pustaka Jeruji Indonesia berhasil menyelenggarakan kegiatan Temu Literasi berskala nasional dengan tema "Dari Literasi untuk Aksi menuju Remisi : Dari Maros untuk Indonesia".

"Kita berharap bahwa semangat gerakan literasi di Pustaka Jeruji Lapas Maros dapat terjaga dengan baik, untuk memberikan pembinaan atau kontribusi ilmu pengetahuan positif bagi warga binaan.Nantinya, setelah bebas  dapat berdaya secara mandiri dan turut menjadi penyebar virus cinta Literasi," kata Salahuddin Alam.

TAGS : Hari Literasi Lapas Tahanan Maros




TERPOPULER :