Rabu, 26/09/2018 18:08 WIB

Ekonomi Korut Takkan Goyah Meski Dapat Sanksi Internasional

Surat kabar itu mengatakan tujuannya agar Korut tidak pernah meminta bantuan luar untuk pembangunan ekonomi.

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un (Foto: Reuters)

Jakarta - Surat kabar Partai Buruh Korea Utara mengatakan, sanksi internasional yang menyerang negara tersebut tidak akan memperburuk ekonomi karena Korut menerapkan regenerasi diri.

Dalam sebuah pernyataan yang mengecam sanksi internasional, Rodong Sinmun mengatakan Korea Utara sedang memperbaharui diri sebagai kekuatan ekonomi meski ada embargo.

Pesan itu datang beberapa hari sebelum 9 September, ketika rezim Kim Jong Un diperkirakan akan merayakan ulang tahun ke 70 hari pendirian nasional.

"Melalui kekuatan kita sendiri, kita akan membangun sebuah kekuatan ekonomi, seolah-olah untuk membuktikan kepada dunia," kata Rodong dalam judul artikelnya.

"Swasembada, sains dan teknologi adalah sumber kehidupan sosialis Korut, dan kekuatan pendorong pembangunan yang cepat," tambahnya.

Surat kabar itu mengatakan tujuannya agar Korut tidak pernah meminta bantuan luar untuk pembangunan ekonomi.

"Tidak sekali pun kami percaya kami membutuhkan bantuan dari luar untuk membangun ekonomi," kata Rodong. "Kami selalu mengandalkan prinsip-prinsip regenerasi diri, kemandirian, dan menciptakan keajaiban yang mengejutkan dunia."

Surat kabar itu menyoroti pembangunan gedung-gedung bertingkat di Jalan Ryomyong, Pyongyang, yang dibangun melalui kekuatan dan teknologi negara dalam waktu kurang dari satu tahun.

TAGS : Korut Amerika Internasional




TERPOPULER :