Kamis, 15/11/2018 19:52 WIB

Musim Kemarau Bawa Berkah Petani Bawang Merah Malang

Malang saat ini hingga September melakukan panen raya seluas 1.200 hektare dengan tingkat produksinya yang cukup tinggi, yakni 10 ton per hektare.

Bawang merah digantung untuk proses pengeringan (Foto: Ist)

Malang - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan bawang merah di Jawa Timur selama 2018 ini aman. Pasalnya, salah satu sentra bawang di Jawa Timur yakni Kecamatan Ngantang, Malang saat ini hingga September melakukan panen raya seluas 1.200 hektare dengan tingkat produksinya yang cukup tinggi, yakni 10 ton per hektare.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Perkebunan Kabupaten Malang, Hery Suntoro  mengatakan, pada akhir Agustus hingga September ada panen raya bawang merah di Desa Purworejo Kecamatan Ngantang dan sebagian di Kecamatan Pujon mencapai 1.200 hektare.

"Saat ini kondisi iklim dan cuaca sangat mendukung pertumbuhan dan produktivitas bawang merah yang bisa mencapai 9-10 ton perhektare. Varietas bawang merah  dominan di lapangan adalah Batu Ijo dan sebagian super philips," terang Hery di Malang, Kamis (30/8).

Sementara itu, Slamet Mujiono,  petani Dusun Jeruk Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang Malang menambahkan saat ini pertanaman bawang merah sangat baik dan menguntungkan. Puncak panen diperkirakan pada akhir September, kalau melihat pertumbuhannya produktivitasnya bisa mencapai 10 ton perhektar dan serangan OPT sangat kecil.

"Potensi bawang merah di Desa Purworejo ada 800 hektar, di dusun kami ini ada sekitar  127 hektar yang sudah tertanam dengan umur 45 Hari. Alhamdulillah sampai saat ini pestisida belum kami gunakan sehingga bisa mengefisienkan biaya produksi,” ujarnya.

Slamet menuturkan salah satu kunci memghindari OPT adalah kegigihannya menyiram tanaman pada dini hari sebelum matahari terbit, yaitu antara pukul tiga hingga lima pagi.

Adapun harga bawang merah yang diterima petani Ngantang saat ini yaitu sebesar Rp10 hingga Rp11 ribu, tidak berbeda jauh dengan harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati  29 Agustus yaitu sebesar Rp12 ribu.

"Ini membuktikan kestabilan harga di tingkat petani maupun pasar," terangnya.

"Begitu pula dengan harga cabai yang stabil. Harga cabai rawit merah di tingkat petani Malang Rp10 ribu, sedangkan cabai merah keriting Rp11 ribu per kg," sambungnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menegakan upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan khususnya untuk aneka cabai dan bawang merah sepanjang tahun merupakan amanah Menteri Pertania, Andi Amran Sulaiman.

Karena itu, jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura, terus melakukan pendampingan dan pengawalan intensif terutama di sentra utama penyangga aneka cabai dan bawang merah nasional.

"Keseimbangan pasokan bawang merah dan aneka cabai antar pulau menjadi perhatian khusus Direktorat Jenderal Hortikultura dalam rencana pembangunan hortikultura 2019. Beberapa kawasan di masing-masing pulau menjadi tumpuan penyediaan kedua komoditas strategis ini sehingga pasokan aman dan harga stabil," jelasnya.

Suwandi mengungkapkan ada enam langkah pengamanan dan stabilisasi pasokan komoditas strategis. Pertama, pengembangan kawasan di luar Jawa melalui ekstensifikasi. Kedua, optimalisasi teknologi pada sentra di wilayah Jawa. Ketiga, peningkatan kapasitas petani di luar Jawa. Keempat, penggunaan benih biji untuk bawang merah (TSS).

"Kelima, penajaman manajemen tanam cabai dan bawang merah dan keenam embentukan pasar lelang hortikultura di sentra strategis," pungkasnya.

TAGS : Malang Kementan Suwandi bawang merah




TERPOPULER :