Jum'at, 16/11/2018 18:53 WIB

AS Jatuhkan Sanksi untuk Militer Myanmar

Departemen Keuangan AS juga menyatakan militer Myanmar telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia lainnya terhadap Muslim Rohingya negara tersebut.

Tentara Myanmar

Washington - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap empat komandan militer polisi Myanmar, dan dua unit tentara lainnya karena terlibat dalam pembersihan etnis Rohingya.

Departemen Keuangan AS juga menyatakan militer Myanmar telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia lainnya terhadap Muslim Rohingya negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, sanksi itu menandai tindakan tersulit AS sejauh ini sebagai tanggapan terhadap tindakan keras Myanmar kepada minoritas Rohingya, yang dimulai tahun lalu dan telah mendorong lebih dari 700.000 orang melakukan eksodus ke Bangladesh. Sementara ribuan Muslim Rohingya tewas.

Kendati memberlakukan sanksi, administrasi Presiden AS Donald Trump tidak menargetkan petinggi militer Myanmar, dan tak menyebut kejahatan kampanye anti-Rohingya sebagai genosida, yang telah menjadi bahan perdebatan dalam pemerintahan AS.

"Pasukan keamanan Burma telah terlibat dalam kampanye kekerasan terhadap komunitas etnis minoritas di Burma, termasuk pembersihan etnis, pembantaian massal, serangan seksual, pembunuhan di luar hukum, dan pelanggaran hak asasi manusia serius lainnya," kata Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, Sigal Mandelker.

"Departemen Keuangan memberikan sanksi kepada unit dan pemimpin yang mengawasi perilaku mengerikan ini sebagai bagian dari strategi pemerintah AS yang lebih luas untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas penderitaan manusia yang begitu luas," ujar Mandelker.

Dilaporkan, sanksi tersebut dijatuhkan kepada komandan militer Aung Kyaw Zaw, Khin Maung Soe dan Khin Hlaing dan komandan polisi perbatasan Thura San Lwin, di samping Divisi Infantri Cahaya ke-33 dan ke-99.

Dampak sanksi yakni pembekuan aset AS apa pun yang dimiliki oleh individu, serta larangan bepergian ke Amerika Serikat.

TAGS : Myanmar Amerika Serikat




TERPOPULER :