Rabu, 19/12/2018 02:56 WIB

Dua Korea Berdamai, Trump: Kami Tak Bisa Dipermainkan

Trump menilai Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un tidak sedang memanipulasi pembicaraan.

Presiden AS Donald Trump berbicara saat upacara penanaman pohon dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di South Lawn Gedung Putih di Washington (23/4). (Foto: Reuters)

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut terobosan bersejarah dua Pemimpin Korea yang berlangsung pada Jumat kemarin. Ia mengatakan, banyak hal yang luar bisa terjadi selama 24 jam terakhir.

Trump menilai Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un tidak sedang memanipulasi pembicaraan. Ia mengatakan, Gedung Putih tidak akan lagi bisa dipermainkan seperti dulu.

"Kami tidak mau dipermainkan. Kami akan datang dengan solusi. Jika tidak demikian, kami akan meninggalkan "ruangan”"itu. Dengan penuh hormat kami akan meninggalkan ruangan," kata Trump.

Trump dijadwalkan akan menerima kunjungan bersejarah Kim ke AS pada Mei atau Juni mendatang. Jika hal itu terwujud, Trump akan menjadi Presiden AS pertama yang menyambut kunjungan Pemimpin Korea Utara.

Washington dan Pyongyang dilaporkan tengah berupaya keras mewujudkan pertemuan ini. Keduanya akan menindaklanjuti hal itu dengan pembicaraan militer pada akhir bulan depan, bersamaan dialog dengan Palang Merah untuk menangani masalah kemanusiaan seperti menyatukan para keluarga yang terpisah akibat Perang Korea.

Menyusul pertemuan kedua Pemimpin Korea, istri Presiden Korsel Ri Sol-ju ikut menyeberang ke Selatan pada siang harinya untuk menghadiri jamuan makan malam yang menyajikan hidangan khas kedua Korea di area perbatasan.

Seperti diketahui, Pemimpin dua Korea sepakat untuk "denuklirisasi total" dan mewujudkan perdamaian abadi di Semenanjung Korea. Menurut Yonhap, Utara-Selatan juga sepakat melanjutkan perundingan tiga atau empat arah dengan melibatkan AS dan Tiongkok untuk mengubah gencatan senjata dengan perjanjian damai.

Moon dan Kim menyepakati untuk mengurangi kekuatan militer mereka secara bertahap ketika ketegangan militer benar-benar berakhir dan kepercayaan di antara keduanya terjamin. 

TAGS : Amerika Serikat Korea Utara Korea Selatan




TERPOPULER :