Sabtu, 17/11/2018 00:44 WIB

Kementan: Benih Bawang Putih dari India dan Mesir Tumbuh Bagus

Guna mencapai swasembada tersebut perlu luas tanam 2021 seluas 78.500 hektare, di antaranya 13.500 hektare untuk perbenihan, dan selebihnya untuk kebutuhan konsumsi.

Tanaman bawang putih (Foto: Kementan)

Slawi - Kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencanangkan swasembada bawang putih 2021, dirancang komprehensif mencakup hulu hingga hilir. Guna mencapai swasembada tersebut perlu luas tanam 2021 seluas 78.500 hektare, di antaranya 13.500 hektare untuk perbenihan, dan selebihnya untuk kebutuhan konsumsi.

Demikian kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementeian Pertanian (Kementan), Suwandi saat mengunjungi uji coba demplot benih di Tegal, Kamis (26/4).

"Rencana tanam pada 2018 seluas 15 ribu hektare diperlukan benih yang banyak, selain dipasok dari benih lokal, sebagian diperoleh dari negara lain yang sesuai," ujar Suwandi.

Saat ini, kata Suwandi, sudah uji DNA dan sedang uji coba demplot benih dari Taiwan, India dan Mesir yang ditanam di Temanggung, Lombok Timur, Tegal dan lainnya.

"Minggu lalu saya ke Temanggung, hasilnya cocok dan umbinya tumbuh. Oo iya, ada satu lagi yang dimungkinkan cocok yaitu dari Yunnan, China. Namun kini masih dalam proses  uji terlebih dahulu," terang Suwandi.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal,  Khofifah mengatakan pertumbuhannya sangat bagus, tumbuh umbi dan cocok ditanam di Tegal.

"Uji coba demplot ini dipantau intensif dari IPB, Balitsa dan Ditjen Hortikultura, uji pengumbian bawang putih asal India dan Mesir sebanyak tiga varietas yaitu Baladi dan Sids 40/Seed 40 dari Mesir dan 1 varietas dari India," jelasnya

"Lokasi uji coba di desa Tuwel, Kecamatan Guci, Kabupaten Tegal oleh kelompok tani `Berkah Tani` dengan ketua kelompok M Maufur.  Tujuannya menguji daya tumbuh, umbi serta siung sehingga nantinya bisa diperbanyak sebagai pilihan sumber benih  bawang putih di Indonesia," ungkap Khofifah.

Khofifah menjelaskan,"Hasil pantauan Tim PKHT IPB Prof. Sobir, Balitsa Joko Pinilih dan Ibu Nasrid dan Ditjen Hortikultura secara rinci yaitu: pertama, benih asal India telah dipanen umur 107 HST, menghasilkan umbi dan bersiung, ukuran umbi sedang (2-3,5 cm) dengan ukuran siung kecil.

Kedua, varietas Sids 40 dari Mesir, umur tanaman saat ini 97 HST kondisi tanaman segar belum saatnya panen, umbinya masih relatif kecil dan akan bertambah, pada saat pengamatan dapat menghasilkan umbi sedang (3 cm) dan bersiung dengan ukuran siung lebih besar.

Ketiga, Varietas Baladi dari Mesir saat pengamatan berumur 97 HST, kondisi tanaman segar belum saatnya panen, dapat menghasilkan umbi dengan ukuran lebih besar (3,5 - 4 cm) dan bersiung. "Ukuran siung kurang seragam dominan kecil," ungkapnya.

"Ya hasil diskusi dengan petani yang berpengalaman, ini varietas Seed 40 dari Mesir lebih cocok ditanam di musim kering, kurang maksimal di musim penghujan, sedangkan untuk Baladi dari Mesir dan varietas asal India  lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, terbukti hasilnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kondisi bawang sebelum ditanam" jelas Khofifah.

Sementara itu Direktur Perbenihan Ditjen Hortikultura, Sukarman menjelaskaN, hasil ujicoba dilihat dari phenotip pertanaman,  menunjukkan bawang putih Seed 40 mirip dengan Varietas Sangga Sembalun, sedangkan Varietas Baladi dari Mesir dan dari India mirip dengan Varietas Lumbu Putih.

"Selain uji coba pengumbian, pada saat bersamaan telah dilakukan uji DNA dan diperoleh hasil bahwa Varietad Seed/Sids 40 dari Mesir tidak berbeda dengan Varietas Sangga Sembalun, sedangkan varietas Baladi dan India berbeda dengan Lumbu Putih," kata Sukarman.

"Ini artinya benih asal Mesir dan India tidak jauh berbeda dengan benih lokal," jelasnya

"Produksi bawang putih dari hasil demplot ini, benihnya akan ditanam lagi pada musim berikutnya dalam skala lebih luas lagi," sambungnya.

TAGS : Kementan bawang putih Taiwan India Mesir




TERPOPULER :