Sabtu, 23/06/2018 14:46 WIB

Pilpres 2019, Ini Strategi Gerindra Kalahkan Jokowi

Berdasarkan hasil sejumlah survei, elektabilitas Presiden Jokowi masih unggul jika dibandingkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

Jakarta - Berdasarkan hasil sejumlah survei, elektabilitas Presiden Jokowi masih unggul jika dibandingkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Namun, Partai Gerindra optimistis bisa menumbangkan Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Bahkan, Gerindra membongkar strategi untuk mengalahkan Jokowi dalam pertarungan Pilpres nanti.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, salah satu cara untuk mengalahkan Jokowi adalah dengan membentuk tiga poros atau tiga kandidat Capres. Hal itu sebagaimana menumbangkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilpada DKI 2017 silam.

Dimana, Ferry meyakini, pada putaran pertama Pilpres 2019 nanti, tidak ada satu calon pun yang memperoleh suara lebih dari 50 persen. Sehingga, Pilpres dilanjutkan ke putaran kedua bagi pemilik suara terbanyak dan kedua.

"Kita berharap ada tiga pasangan calon, jadi seperti Pilkada DKI," kata Ferry, dalam sebuah diskusi Polemik bertajuk "Jokowi Pilpres dan Kita" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (3/3).

Dari peta politik yang terjadi saat ini, kata Ferry, peluang untuk tiga pasangan capres masih terbuka lebar. Dimana, hingga saat ini lima partai politik belum memutuskan dukungannya pada Pilpres 2019.

Sehingga, kata Ferry, jika Gerindra membentuk koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), maka tersisa Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk membuat poros baru.

"Apalagi kalau ada partai yang sudah mengusung Jokowi tapi kecewa karena rebutan wapres," katanya.

Diketahui, Pilkada DKI 2017 yang lalu, ada tiga pasangan calon gubernur (Cagub), yakni pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pada putaran pertama Pilkada DKI tidak ada pasangan yang memperoleh suara 50 persen plus satu. Sehingga, pasangan Ahok-Djarot dengan pasangan Anies-Sandi kembali bertarung di putaran kedua. Di putaran kedua, Anies-Sandi dapat mengalahkan Ahok-Djarot sebagai incumbent.

TAGS : Pilpres 2019 Presiden Jokowi Prabowo Subianto




TERPOPULER :