Kamis, 22/11/2018 03:39 WIB

YLKI Desak Pemerintah Larang Pencantuman Harga Rokok

Harga yang tertera dapat merangsang masyarakat untuk membeli rokok.

Ilustrasi rokok

Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah menerbitkan larangan pencantuman harga pada iklan rokok. Sebab, harga yang tertera dapat merangsang masyarakat untuk membeli rokok.

Tidak hanya itu, pencantuman informasi harga juga dinilai bertentangan dengan semangat Undang-Undang tentang Cukai, UU Perlindungan Konsumen, dan UU tentang Kesehatan, yakni prinsip pengendalian dan pembatasan konsumsi.

“Apalagi harga rokok di Indonesia masih tergolong murah di dunia dan bisa dibeli secara eceran, yang menjadikan harga rokok kian terjangkau. Terutama oleh anak-anak, remaja, dan kalangan rumah tangga miskin,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi, Kamis (3/8) lewat siaran pers, di Jakarta.

Jika dibandingkan, lanjut Tulus, Indonesia masih memberikan kebebasan bagi perusahaan rokok untuk beriklan di media cetak maupun elektronik. Padahal hal serupa dilarang di berbagai belahan dunia, di antaranya negara-negara ASEAN.

YLKI meminta Kemenkes (Kementerian Kesehatan, red) untuk segera membuat regulasi teknis untuk melarang pencantuman harga rokok pada iklan/promosi rokok di media massa elektronik, cetak, dan media luar orang seperti umbul-umbul, spanduk, poster,“ tegasnya.

TAGS : YLKI Rokok Tembakau




TERPOPULER :