Rabu, 19/06/2019 12:00 WIB

Apa Kata Anak Perempuan Saat Menstruasi Pertama Kali?

Meskipun sampai saat ini ia belum mengalami menstruasi, namun jika suatu hari ia mengalaminya, Zahra sudah mantap untuk tidak takut.

Ilustrasi anak-anak SD

Jakarta – Tidak semua anak perempuan siap menghadapi menstruasi untuk pertama kali. Tapi, tidak siap dalam konteks ini bukan diartikan mereka takut, akan tetapi kesiapan mental untuk menganggap menstruasi sebagai hal alamiah yang terjadi saat perempuan menginjak pubertas.

Seperti diceritakan oleh Masha (11) siswi kelas lima SD Duri Utara Jakarta Barat, yang justru mendapatkan menstruasi pertama saat sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Meskipun sudah mengetahui ihwal menstruasi dari orang tua dan sang kakak, Masha tetap saja kaget karena belum pernah mengalami hal semacam itu.

“Iya dapet itu pas lagi latihan menari. Kaget juga. Tapi aku tidak takut sama darahnya, karena sudah pernah lihat kakak juga kayak begitu,” kata Masha kepada Jurnas.com, di sela-sela kegiatan manajemen kebersihan menstruasi (MKM) bertajuk ‘Edukasi Kebersihan Menstruasi Harus Dimulai Sejak Dini’ yang digelar oleh Plan International Indonesia, di SD Duri Utara Jakarta Barat, Jumat (19/5).

Hal senada juga disampaikan oleh Zahra (11). Meskipun sampai saat ini ia belum mengalami menstruasi, namun jika suatu hari ia mengalaminya, Zahra sudah mantap untuk tidak takut. Walau ia juga mengatakan, “ya bakal ngeri juga lihat darah. Tapi biasa aja sih.”

Silvia Devina selaku Water, Sanitation and Hygiene Plan International Indonesia mengungkapkan program MKM dimaksudkan untuk mengedukasi anak-anak agar tidak khawatir ketika mengalami menstruasi pertama. MKM juga ditujukan kepada siswa laki-laki agar tidak membully anak perempuan yang sedang menstruasi.

“Jangan jadikan itu sebagai hal yang tabu," jelas Silvia.

Terkait dengan acara tersebut, beberapa cara menurut Silvia penting guna menjaga kebersihan saat menstruasi adalah dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut, dan mengganti pembalut minimal empat kali sehari.

"Pembalut bekas dibungkus koran atau plastik lalu dibuang ke tempat sampah," terangnya.

TAGS : Menstruasi Kesehatan Plan International Indonesia




TERPOPULER :