Selasa, 25/04/2017 23:26 WIB

Waduh, Delapan WNI Ditolak Masuk Singapura Gara-Gara Diduga Teroris

Delapan terduga teroris yang dideportasi dari Malaysia ke Batam itu berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

Ilustrasi teroris

Batam - Delapan WNI yang ditolak masuk ke Singapura karena telepon genggam mereka kedapatan menyimpan sejumlah gambar berkaitan dengan terorisme dan cara membuat bom sandal. Mereka pun dideportasi ke Indonesia melalui Batam.

"Imigrasi Singapura mencurigai kedelapan orang ini saat hendak masuk dari Malaysia. Dalam pemeriksaan ditemukan sejumlah gambar dalam ponsel yang menurut otoritas Singapura berkaitan dengan terorisme. Akhirnya mereka di serahkan ke imigrasi Malaysia dan di deportasi ke Batam pada Selasa (10/1)," kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian di Batam, Rabu (11/1).

Delapan terduga teroris yang dideportasi dari Malaysia ke Batam berinisial Fh, Ada, Ak, Saat, Io, MH, Reh dan Hap berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Mereka masuk ke Malaysia dengan menggunakan penerbangan. "Saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Diketahui salah satu dari mereka yang berinisial Reh pernah bergabung dengan grup WhatsApp radikal," kata Sam.

Kapolda menjelaskan, kedelapan orang itu merupakan santri dan ustad dari Pondok Pesantren Darul Hadis yang beralamat di Jalan Kamang Tengah Kecamatan Empat Angket, Bukittinggi, Kabupaten Agam Sumbar. Mereka tiba di Kuala Lumpur Malaysia, Selasa, 3 Januari 2017 dengan menumpang pesawat terbang, dipimpin oleh Reh untuk menjalani pengobatan dan belajar agama di Pattani, Thailand.

Hari pertama, mereka melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Mahkota Medical Center, Malaka untuk berobat telinga. Rombongan menginap selama dua hari di rumah Zaidi, warga Malaysia sahabat Reh. Selanjutnya 5 Januari 2017 melanjutkan perjalanan ke Perlis melalui Kuala Lumpur. Dalam perjalanan, rombongan bertemu dengan Kamil, warga negara Singapura yang sedang belajar di Madrasah Darul Quran Wal Hadis di Perlis Malaysia.

Rombongan meneruskan perjalanan menuju Pattani Thailand pada 7 Januari dengan tujuan mencari madrasah untuk studi banding mengenai sistem pendidikan di Pattani. Pada 8 Januari 2017, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Perak menggunakan bus, selanjutnya rombongan bergerak menuju ke Johor Baru Malaysia. Di Johor mereka bertemu dengan Hisham, seorang warga negara Singapura di Masjid Annur Larkin.

Senin, 9 Januari 2017, sekitar pukul 03.00 waktu Singapura, rombongan tiba di Woodlands, Singapura untuk menginap satu malam. "Namun, petugas Imigrasi Singapura curiga dan melakukan pengecekan secara intensif pada rombongan ini. Termasuk, mengecek ponsel. Hasil pemeriksaan petugas Imigrasi Singapura menemukan ada foto bendera ISIS dan rangkaian gambar membuat bom sandal dan gambar radikal di ponsel Reh," jelas Sam seperti dilansir Antara.

Berdasarkan temuan tersebut, petugas Imigrasi Singapura menolak dan mendeportasi kembali ke Malaysia. Pihak Imigrasi Malaysia mendeportasi ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam.

 

TAGS : Teroris Singapura WNI dideportasi




TERPOPULER :

TERKINI

Lagi, Bale Menepi Empat Pekan

Cedera kali membuatnya absen hingga enam pekan selama Apr...

KPK Bidik Bos Gajah Tunggal Tbk Sjamsul Nursalim

Dalam kasus itu, BDNI milik Sjamsul Nursalim mendapat SKL...

Kecewa Wasit, Toure Ingin Derby Manchester Tanpa Wasit

Menyusul kekalahan Manchester City kontra Arsenal di Pial...

Program Pembangkit Listrik 35.000MW Jalan Terus

perkiraan capaian 19.000-20.000 MW pada 2019 disesuaikan ...

Menaker Ingin Perayaan May Day Punya Daya Tarik Wisata

Menaker merasa heran karena meski jumlah keikutsertaan bu...

Sky Train Bandara Soetta Datang Pertengahan Mei

Menjelang Lebaran, jalur antara Terminal 2 dan 3 sudah bi...