Rusia menolak seruan OPEC untuk mengurangi produksi sebesar 1,5 juta barel per hari (bph) untuk mengatasi penurunan harga karena kegiatan ekonomi dipengaruhi wabah virus corona.
Kenaikan ini dapat sentimen dari rebound di bursa saham Wall Street dan pembicaraan OPEC dan sekutunya mungkin memperketat pasar
Kesepakan ini merupakan upaya untuk membendung harga yang telah di bawah tekanan dari cadangan yang melimpah dan pertumbuhan ekonomi global yang melemah.
Desember lalu, negara-negara anggota sudah sepakat untuk memotong 1,2 juta barel per hari (bph) yang diperpanjang pada pertemuan terakhir OPEC pada Juli.
Output minyak negara itu turun hampir 1,3 juta barel per hari pada September, dari bulan sebelumnya, menurut data yang disampaikan kepada Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Sebelum Ekuador memutukan mengundurkan diri, Qatar sudah terlebih dahulu meninggalkan OPEC pada Januari 2019 untuk lebih fokus pada gas alam.
Studi menunjukkan bahwa OPEC memompa 29,60 juta barel per hari (bph) bulan lalu, terendah sejak 2014 dan 170.000 bph lebih rendah dari angka yang direvisi pada bulan Mei.
OPEC +, diperkirakan akan memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi minyak hingga akhir tahun 2019.
Iran adalah satu-satunya negara OPEC utama yang belum berbicara secara terbuka tentang perlunya memperpanjang pengurangan produksi.
Karena itu dia menjamin tidak akan ada kekurangan minyak, apalagi persediaan Amerika Serikat (AS) masih kuat.