Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah sebelumnya, untuk meniadakan kelas tatap muka akibat pandemi virus corona baru (Covid-19), dan menggantinya dengan kelas jarak jauh.
Hal itu disampaikan Mendikbud dalam peringatan Hari Film Nasional (HFN) yang dilakukan secara dalam jaringan (daring) di Jakarta pada Senin (30/3).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan, sumber realokasi anggaran berasal dari efisiensi dan refocussing kegiatan dari setiap unit utama atau program di lingkungan Kemdikbud.
Mendikbud menjelaskan ajakan sukarela untuk mahasiswa bidang kesehatan dan bidang-bidang terkait lain menjadi relawan merupakan sesuatu yang sangat penting dilakukan saat ini untuk membantu pemerintah menangani wabah Covid-19.
Nadiem Anwar Makarim menyebut momentum belajar dari rumah (study from home) menjadi kesempatan bagi para guru, untuk memaksa dirinya beradaptasi dengan sistem belajar daring.
Nadiem Anwar Makarim akan melakukan realokasi anggaran ujian nasional tahun ini, untuk penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19).
Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Totok Suprayitno memastikan ujian sekolah tetap digelar.
Padahal 2020 merupakan tahun terakhir pelaksanaan UN, sebelum diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter pada tahun depan.
Menurut dia pembuatan teknis maupun mekanisme ini sangat penting supaya tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Kebijakan ini dikeluarkan guna menekan penyebaran virus corona baru (Covid-19), yang hari ini (17/3) sudah meningkatkan menjadi 174 kasus di Indonesia.