Timwas Haji DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa titik di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) untuk mengecek kesiapan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia.
Koordinasi antara kedua kementerian tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa gizi makanan yang disediakan sudah terpenuhi dan standar kesehatan medis terjaga.
Kami telah mengecek, ada sekitar 414 bus selawat yang disiapkan namun belum semuanya terpasang bendera Indonesia. Ini menjadi penting sebagai penanda karena berkaca pada tahun lalu, bus yang seharusnya dipakai oleh jemaah kita justru banyak ditumpangi oleh jemaah dari negara lain sehingga jemaah kita jadi kekurangan bus dan berdampak pada terhambatnya mobilitas ibadah mereka.
Saya kebetulan ikut reguler walaupun saya waktu itu Panglima Kodam tapi saya merasakan hal yang sama terjadi di titik yang sama Itu Muzdalifah tertunda sekian jam, kalau dulu hampir 18 jam kemarin ada juga tapi kan dampak bagi jemaah-jemaah lansia itu jadi dampaknya sangat besar.
Terus terang saja, bagi kami dari hasil pemantauan kami masih belum menunjukkan bahwa jumlah bus yang disediakan bagi calon jemaah haji ini jauh dari ramah lansia.
Dari jumlah sebanyak itu, terdapat 153.998 orang yang datang menunaikan ibadah haji, dengan gunakan visa turis
Hari ini, Minggu 9 Juni 2024 terdapat 14 kelompok terbang, dengan jumlah 5.605 jamaah haji orang
Kami mendukung kebijakan tersebut karena haji hanya bisa diikuti oleh WNI yang memiliki visa haji resmi, baik itu visa regular, haji khusus, maupun visa Furoda.
Haji yang tidak memakai visa haji ini merupakan masalah yang perlu ditangani dengan tegas.
Surat edaran itu merupakan standardisasi, rasionalisasi, akuntabilitas, dan keseragaman pembayaran dam jemaah calon haji dan para petugas haji Indonesia