KPK saat ini masih fokus mengusut dugaan suap yang dilakukan Rahmat Effendi.
Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat.
KPK masih mencari bukti keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
Dokumen itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Ali menyebut jika narasi yang dipakai mencoba membuat KPK menjadi pihak yang bersalah terkait penangkapan itu.
Pemantauan dilakukan KPK jauh sebelum Rahmat Effendi ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Peringatan ini disampaikan KPK menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi.
Ade Puspita menuding KPK mengincar "kuning" yang diduga merujuk pada Partai Golkar. KPK dinilai tidak punya bukti atas penangkapan Rahmat Effendi.
Ade Puspita, putri dari Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi, menuding jika KPK sedang mengincar "kuning".
Ade Puspita menuding KPK mengincar "kuning" yang diduga merujuk pada Partai Golkar.