Ototekno

Jadi Juara Dunia F1 Termuda, Ini Profil Kimi Antonelli

Profil Kimi Antonelli, juara dunia F1 termuda dalam sejarah berusia 20 tahun dari tim mercedes.
Pembalap F1 dari tim Mercedes, Andrea Kimi Antonelli (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Nama Andrea Kimi Antonelli kini resmi terukir dalam sejarah emas balap mobil dunia. Pembalap muda berbakat dari tim Mercedes ini berhasil mengunci gelar juara dunia Formula 1 (F1). Di usianya yang baru menginjak 20 tahun 68 hari, dia memecahkan rekor sebagai juara dunia F1 termuda sepanjang masa.

Pencapaian luar biasa ini membuat Antonelli menggeser rekor legendaris milik Sebastian Vettel yang meraih gelar juara dunia pertamanya pada usia 23 tahun. Selain itu, dia juga mencatatkan sejarah sebagai pembalap Italia pertama yang menjuarai F1 sejak Alberto Ascari pada tahun 1953.

Lahir di Bologna, Emilia-Romagna, Italia pada 25 Agustus 2006, Andrea Kimi Antonelli dibesarkan dalam lingkungan yang lekat dengan dunia balap. Ayahnya, Marco Antonelli, merupakan mantan pembalap mobil sport, sekaligus pemilik tim balap AKM Motorsport.

Menariknya, nama tengah 'Kimi' yang disandangnya berawal dari saran pembalap Enrico Bertaggia kepada ayahnya yang menginginkan nama asing pendamping kata 'Andrea'. Sebab sejak kecil Antonelli mengidolakan juara dunia tiga kali Ayrton Senna, dia akhirnya memilih nomor 12 sebagai nomor balap pribadinya di F1.

Perjalanan Karier dari Karting hingga Formula 1

Darah balap dan bakat alami Antonelli mengantarkannya meraih sederet gelar di kelas junior formulae. Setelah sukses mendominasi ajang karting internasional, dia bergabung dengan program Mercedes Junior Team pada 2019.

Karier balap mobil tunggalnya melesat sangat cepat. Pada 2022 dia menguasai kejuaraan Italian F4 dan ADAC F4 dengan memborong gelar juara di kedua ajang tersebut. Lalu pada 2023, Antonelli meraih gelar juara di ajang Formula Regional European Championship dan Formula Regional Middle East Championship. Dan pada 2024 melompati FIA Formula 3 dan langsung tampil di FIA Formula 2 bersama tim Prema Racing.

Langkah besar terjadi pada musim 2025 ketika Mercedes mempercayakan posisi pembalap utama kepadanya di usia 18 tahun, untuk menggantikan juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton. Di musim pertamanya, Antonelli mencatatkan tiga kali podium dan memecahkan rekor poin terbanyak bagi seorang rookie.

Puncaknya terjadi pada musim 2026, ketika ia tampil sangat dominan bersama tim Mercedes. Antonelli sukses mengamankan gelar juara dunia pertamanya di GP Meksiko, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta balap paling bersinar di era modern.

Drama, Intrik, hingga Bendera Merah

Di lintasan Meksiko, balapan sepanjang 71 lap dimenangkan oleh pembalap Red Bull, Max Verstappen, disusul pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, di posisi kedua. Balapan berlangsung dramatis dengan dua kali kehadiran safety car, beberapa insiden bentrokan, serta penghentian balapan selama 33 menit akibat bendera merah di lap ke-46.

Insiden bendera merah dipicu oleh kegagalan suspensi depan-kiri mobil Valtteri Bottas dalam kecepatan tinggi, hingga menabrak pembatas tikungan pertama. Setelah Bottas dinyatakan aman oleh tim medis, balapan kembali dilanjutkan dengan Verstappen memimpin hingga mengamankan kemenangan ke-74 dalam kariernya.

Persaingan juga diwarnai sejumlah penalti. Charles Leclerc dijatuhi penalti lima detik akibat melebar saat mencoba menyalip Hamilton di awal balapan. Sementara rekan satu tim Antonelli, George Russell, diganjar penalti 10 detik usai bertabrakan dengan Isack Hadjar.

Hasil di Meksiko juga menempatkan Charles Leclerc di posisi keempat, diikuti Lando Norris di urutan kelima, dan George Russell di posisi keenam. Kemenangan ini membawa Verstappen naik ke peringkat kedua klasemen keseluruhan pembalap, menggeser Hamilton ke posisi ketiga dan Russell ke posisi keempat.

Pada klasemen konstruktor, tim Mercedes makin kokoh di puncak dengan raihan 630 poin, unggul dari Ferrari yang mengumpulkan 504 poin.

"Ini adalah musim yang luar biasa, dan berbagi podium bersama Max dan Lewis benar-benar luar biasa," kata Antonelli usai balapan, sebagaimana dikutip dari CNA pada Senin (2/11).