News

Trump Beri Sinyal Positif soal Negosiasi Dagang AS dan Kanada

Trump optimistis negosiasi dagang AS dan Kanada akan menghasilkan kesepakatan yang positif.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Reuters)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dagang antara AS-Kanada sudah sangat dekat, setelah menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.

Pembicaraan intensif antara Trump dan Carney ini menandai prospek pemulihan hubungan ekonomi terbesar kedua negara, setelah negosiasi sempat menemui jalan buntu pada Agustus lalu. Kedua pihak kini berkomitmen mengupayakan hasil yang saling menguntungkan dalam beberapa minggu mendatang menjelang pemilihan sela AS.

"Kami memiliki konsep kesepakatan yang sangat bagus dengan Kanada," ujar Trump dikutip dari Bloomberg pada Senin (2/10). Dia mengulangi peryataannya bahwa AS telah mengalami kerugian finansial selama bertahun-tahun dalam hubungan perdagangan bilateral.

Melalui unggahan di media sosial pada 1 November, Carney mengonfirmasi telah berbicara dengan Trump untuk melanjutkan diskusi konstruktif mengenai kerangka kerja sama baru. Perjanjian ini dirancang untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterjangkauan hidup bagi keluarga, serta tetap menghormati bahasa, budaya, dan kedaulatan Kanada secara penuh.

"Tim kami sekarang akan bekerja dalam beberapa minggu mendatang untuk mewujudkan hasil tersebut," ungkap Carney. 

Trump menambahkan bahwa konsep kesepakatan ini akan berdampak sangat positif bagi para petani dan perekonomian AS, sekaligus memberikan hasil yang baik bagi pihak Kanada.

Dinamika Negosiasi dan Strategi Diversifikasi Pasar

Sinyal positif ini muncul di tengah tingginya dinamika politik jelang pemilihan sela AS pada 3 November yang menempatkan kendali Partai Republik di Kongres dalam risiko.

Sebelumnya, negosiasi kedua negara sempat mengalami kegagalan pada Agustus akibat perselisihan mengenai perluasan pengalihan tarif kendaraan berukuran sedang dan berat. Selain itu, muncul isu tuduhan pembatasan regulasi pemutaran program berbahasa Prancis oleh AS yang kemudian dibantah Washington.

Kebijakan tarif Trump sebelumnya sempat mendorong Carney untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Kanada pada pasar AS. Carney bahkan sempat menggelar pertemuan dengan pejabat tinggi Uni Eropa di Montreal untuk memperdalam kerja sama dengan mitra dagang non-AS. 

Dalam wawancarnya bersama Politico sebelumnya, Carney menekankan bahwa Kanada tidak akan terburu-buru menandatangani perjanjian dagang jika syarat yang diajukan tidak menguntungkan kepentingan nasionalnya. Namun, komitmen kerja sama tim negosiasi dalam beberapa minggu ke depan diharapkan mampu memecahkan kebuntuan diplomasi kedua negara.