London, Jurnas.com - Liverpool harus mengakui keunggulan Arsenal setelah kalah 0-1 dalam laga Liga Premier di Stadion Anfield, pada Senin (2/11) dini hari. Gol tunggal penentu kemenangan Arsenal dicetak oleh Kai Havertz pada babak pertama.
Kekalahan ini membuat tim asuhan Andoni Iraola mencatatkan rekor terburuk Liverpool perihal produktivitas di kandang, setelah menjalani lima pertandingan terakhir. The Reds tercatat baru mengemas empat gol di Anfield sepanjang musim ini.
Meskipun tampil cukup baik dalam menerapkan pressing, sejumlah pemain kunci kesulitan menunjukkan efektivitas di lini depan. Wahasil, Liverpool kini tercatat gagal mencetak gol saat menjamu tim-tim besar seperti Arsenal, Manchester City, hingga Fulham di kandang.
Berdasarkan data dari Opta, catatan empat gol dari lima laga kandang ini mengulang rekor terburuk Liverpool pada musim 1913-14 dan 2012-13, sebagaimana dikutip dari Sports Mole.
Padahal, Alexander Isak tampil cukup tajam dengan mengemas enam gol dari delapan laga Liga Premier. Namun, dia minim memperoleh suplai bola di dalam kotak penalti. Liverpool tercatat baru mengumpulkan 13,3 expected goals (xG) dan berada di urutan ke-19 dalam penciptaan peluang emas, dengan hanya mengkreasi 12 peluang.
Ketimpangan performa makin terlihat jika dibandingkan dengan ajang Liga Champions. Sebab, di kasta tertinggi Eropa tim asuhan Iraola mampu mengemas 12 gol dari tiga laga.
Trey Nyoni dan Rio Ngumoha Solusi Sementara?
Minimnya produktivitas lini depan juga dipengaruhi oleh penampilan Florian Wirtz dan Bradley Barcola yang belum konsisten di sepertiga akhir lapangan. Sebagai solusi, kehadiran dua pemain muda dinilai mampu memberikan dinamika baru.
Gelandang berusia 19 tahun, Trey Nyoni, menawarkan kontrol permainan yang sering hilang dari lini tengah. Sementara itu, pemain sayap berusia 18 tahun, Rio Ngumoha, menjadi satu-satunya winger di skuad The Reds yang berani dan mampu melewati lawan dalam situasi satu lawan satu.
Meski berisiko jika dimainkan berlebihan mengingat usia keduanya yang masih sangat muda, perpaduan Nyoni dan Ngumoha dinilai dapat menjadi alternatif segar untuk membongkar kebuntuan lini serang.





