Ototekno

MotoGP Sepang: Marquez Kokoh, Acosta Curi Poin di Sprint Race

Pembalap KTM, Pedro Acosta, tampil mengesankan dan berhasil memenangkan balapan sprint (sprint race) MotoGP Sepang
Persaingan Gresini dan Alex Marquez di sesi Sprint Race MotoGP Sepang, Malaysia (Foto: Reuters)

Sepang, Jurnas.com - Pembalap KTM, Pedro Acosta, tampil mengesankan dan berhasil memenangkan balapan sprint (sprint race) MotoGP Sepang di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia pada Sabtu (31/10). Sementara itu, pembalap Ducati, Marc Marquez, berhasil mengamankan posisi kedua sekaligus memperlebar keunggulannya di papan klasemen kejuaraan MotoGP.

Hasil manis Marc Marquez ini diraih usai memanfaatkan absennya rival utama dalam perebutan gelar juara, Jorge Martin, yang memutuskan mundur akibat cedera pergelangan tangan. Martin mengakui bahwa peluangnya meraih gelar musim ini telah tertutup. 

Dengan hasil di podium Sepang ini, keunggulan Marc Marquez atas Martin melonjak menjadi 19 poin, sebagaimana dikutip dari CNA.

Drama Terjatuhnya Alex Marquez dan Aksi Ai Ogura

Jalannya balapan sepanjang 10 lap tersebut diwarnai persaingan ketat dan cuaca yang tidak menentu. Pemegang pole position dari Gresini Racing, Alex Marquez, sempat melesat memimpin di tikungan pertama. Namun, nasib naas menimpanya saat memasuki lap ketiga. Alex terjatuh di tikungan 13 hingga kehilangan posisi terdepan.

Jatuhnya Alex memberi jalan bagi pembalap Trackhouse, Ai Ogura, untuk memimpin sebagian besar jalannya balapan. Kendati demikian, duel sengit di tiga lap terakhir antara Ogura dan Acosta membuat posisi Ogura merosot hingga harus puas finis di urutan keempat. 

Celah tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Marc Marquez untuk merebut posisi kedua, disusul pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, yang mengamankan podium ketiga.

Ancaman hujan deras sempat membayangi sirkuit saat titik-titik air mulai membasahi lintasan. Beberapa pembalap di barisan belakang mencoba melakukan perjudian dengan menukar motor di pit stop. Salah satunya pembalap Prima Pramac, Jack Miller, yang mengekspresikan kekecewaannya setelah tim gagal menyiapkan motor cadangan berban basah tepat waktu.

Di sisi lain, jajaran pembalap terdepan memilih bertahan menggunakan ban kering karena lintasan kembali mengering dengan cepat. Marc Marquez mengaku sengaja memilih bermain aman dan menghindari risiko berlebih di lintasan yang licin.

"Pembalap yang tidak bertarung untuk kejuaraan bisa mengambil risiko lebih banyak. Saya tetap tenang," ujar Marc Marquez usai balapan.

"Saya memiliki kecepatan, tetapi saya tidak ingin memimpin balapan karena pembalap yang tiba di posisi pertama biasanya adalah yang paling sering terjatuh," dia menambahkan.

Kemenangan ini menjadi raihan podium utama sprint race kedua bagi Pedro Acosta musim ini.