Jakarta, Jurnas.com - Di tengah sibuknya rutinitas bekerja, ada kalanya seseorang menemukan momen sunyi di saat sendirian. Waktu seolah berjalan dan pikiran sibuk mempertanyakan ujung dari perjalanan yang sedang ditempuh. Dalam psikologi, ini disebut purpose anxiety atau kecemasan akan tujuan hidup.
Menurut Profesor Psikologi George Mason University, Todd Kashdan, memiliki tujuan hidup berfungsi sebagai cetak biru dalam mengorganisasi kehidupan. Selain memberi arah, rasa akan tujuan hidup terbukti membawa manfaat kesehatan fisik yang lebih baik, meningkatkan kepuasan hidup, serta menurunkan risiko depresi dan kecemasan.
Mengapa 'Purpose Anxiety' Muncul?
Istilah purpose anxiety pertama kali tercetus pada 2014 oleh peneliti psikologi, yang menemukan bahwa hampir semua orang merindukan arah hidup, namun kerap terjebak kecemasan dalam proses pencariannya.
Profesor Patrick Hill dari Washington University di St. Louis menjelaskan bahwa kecemasan ini sering kali bersumber dari kesalahpahaman. Banyak orang menganggap tujuan hidup harus berupa pencapaian yang sangat mulia, seperti menduduki posisi pimpinan tinggi atau menemukan obat penyakit berat, sehingga timbul beban mental yang berat.
Padahal, keuntungan psikologis terbesar justru diraih ketika seseorang mengejar tujuan yang memberi manfaat bagi orang lain.
"Tujuan hidup Anda sebenarnya bisa saja lebih kecil dan tidak terlalu ambisius," jelas Hill dikutip dari CNA pada Sabtu. Dia menambahkan bahwa arah hidup seseorang dapat berubah seiring perjalanan usia dan setiap orang bisa memiliki lebih dari satu tujuan pada waktu yang bersamaan.
Hal senada ditunjukkan oleh Profesor Daryl Van Tongeren dari Hope College. Dia menemukan makna hidup sederhana lewat hobi menanam benih cabai, merawatnya, dan mengolahnya menjadi saus untuk dibagikan kepada keluarga serta sahabat. Hubungan sosial yang terjalin dari tindakan berbagi tersebut menjadi sumber makna hidup yang nyata.
4 Langkah Praktis Menemukan Makna Hidup
Fenomena hilangnya arah hidup kini semakin terasa di kalangan generasi muda. Sebuah survei terhadap lebih dari 2.400 anggota Gen Z menunjukkan bahwa sekitar 45 persen responden melaporkan kurangnya makna atau tujuan dalam hidup mereka.
Guna mengatasi kecemasan ini tanpa harus merasa tertekan, para ahli membagikan empat pendekatan yang dapat Anda coba:
1. Secara Aktif Mencari dan Berefleksi
Luangkan waktu untuk mencoba berbagai aktivitas baru, membaca hal-hal yang menarik perhatian, serta merenungkan pengalaman mana yang paling berkesan bagi Anda.
2. Mencari Inspirasi dari Titik Balik Kehidupan
Peristiwa penting, seperti atlet yang terpaksa pensiun dini akibat cedera lalu bangkit menjadi fisioterapis, bisa membuka jalan bagi tujuan hidup baru.
3. Membantu Orang Lain secara Nyata
Fokus memberikan dampak positif bagi sesama, seperti mengajar kelas olahraga bagi warga berpenghasilan rendah untuk membantu mereka menemukan kendali diri.
4. Pembelajaran Sosial
Amati dan pelajari perilaku positif orang-orang di sekitar Anda. Bertanya dan bereksperimen dengan berbagai gaya hidup akan memicu energi motivasi baru dalam diri Anda.





