Ekonomi

BP BUMN dan Danantara Percepat Restrukturisasi PTPN I Demi Kinerja Keuangan Berkelanjutan

Jakarta, Jurnas.com - BP BUMN bersama Danantara mempercepat langkah restrukturisasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat kinerja keuangan, menata portofolio usaha, dan membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi seluruh entitas di dalam grup.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penataan ini diarahkan agar setiap entitas memiliki kondisi keuangan yang sehat dan kapasitas ekspansi yang kuat.

"Intinya kita ingin semuanya sehat. PTPN I sehat, PTPN IV sehat, SugarCo-nya sehat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengekspansi bisnisnya," ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi dari Denpasar, Bali.

Perbaikan Kinerja dan Strategi Restrukturisasi

Perbaikan fundamental PTPN I mulai menunjukkan hasil positif, yang tercermin dari perolehan EBITDA positif sebesar Rp1,9 triliun. Penguatan ini juga ditopang oleh sinergi yang terjalin dengan PalmCo.

Proses restrukturisasi PTPN I dijalankan melalui beberapa pendekatan utama, meliputi:

  • Penataan Aset dan Pembiayaan: Mengoptimalkan sinergi antarentitas PTPN Group serta memperbaiki struktur pembiayaan perusahaan.
  • Transaksi Non-Tunai (Non-Cash): Menerapkan skema inovasi transaksi seperti set-off guna membantu mengurangi beban keuangan perusahaan.
  • Tata Kelola Investasi: Memastikan setiap keputusan bisnis diambil secara terukur demi mendukung keberlanjutan jangka panjang.

Fokus Operasional dan Target 2027

Dari sisi operasional, PTPN I memfokuskan program peningkatan produktivitas pada komoditas-komoditas unggulannya, terutama karet, teh, dan kopi. Seluruh rangkaian restrukturisasi bisnis ini ditargetkan tuntas dan terlaksana pada 1 Januari 2027, yang kemudian dilanjutkan dengan perbaikan operasional secara berkelanjutan guna meningkatkan daya saing global.

Dony menegaskan bahwa penataan PTPN Group berorientasi pada penciptaan perusahaan yang benar-benar sehat dan solid secara menyeluruh, bukan sekadar mengubah struktur organisasi atau kepemilikan semata.

"Saya tidak mungkin membiarkan ada perusahaan yang rugi karena konsep penataan seluruh perusahaan ini kan justru menjadikan perusahaan ini solid semua, sehat-sehat semua. Nanti performance manajemennya juga sama," pungkasnya.