Kuala Lumpur, Jurnas.com - Para petinggi MotoGP menyatakan agenda MotoGP Qatar akan tetap berlangsung sesuai jadwal pekan depan, meskipun ada gelombakan penolakan dari para pembalap yang khawatir dengan situasi perang di Timur Tengah.
Balapan di Sirkuit Internasional Lusail, yang awalnya dijadwalkan pada April, ditunda hingga 6 hingga 8 November karena konflik yang telah menyebar ke sebagian besar wilayah tersebut, di luar serangan awal AS-Israel terhadap Iran.
Sementara itu, sekelompok pembalap meminta jaminan lebih lanjut terkait perjalanan ke wilayah Teluk, seperti rincian tentang rencana evakuasi dan asuransi ganti rugi.
"Pagi ini manajemen MotoGP bertemu dengan tim-tim untuk meninjau informasi dan jaminan terbaru yang diberikan oleh pemerintah Qatar, Sirkuit Internasional Lusail, kedutaan terkait, dan para ahli independen," kata juru bicara MotoGP, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Minggu (1/11).
"Setelah meninjau informasi terbaru, jaminan resmi dari pemerintah Qatar, dan penilaian independen yang tersedia bagi kami saat ini, kami belum menerima informasi apa pun yang dapat membenarkan perubahan pada rencana acara saat ini," dia menambahkan.
Keselamatan Tetap Jadi Prioritas
Juru bicara MotoGP memastikan bahwa keselamatan dan kesejahteraan semua orang di paddock tetap menjadi prioritas utama, menjelang balapan terakhir musim ini di Asia sebelum seri kembali ke Eropa untuk dua putaran terakhir di Portugal dan Valencia.
"Kami akan terus memantau perkembangan dengan cermat dan tetap menjalin kontak secara teratur dengan semua otoritas dan pemangku kepentingan terkait," kata juru bicara tersebut.
"Keputusan semacam ini harus didasarkan pada fakta terkini, saran dari sumber resmi, dan penilaian yang tepat yang tersedia pada saat keputusan tersebut dibuat. Jika penilaian tersebut berubah, kami akan bertindak sesuai dengan perubahan tersebut," ujar dia.
The International Road Racing Teams Association yang mewakili seluruh tim MotoGP dan membantu dalam mengoordinasikan logistik paddock, juga menghadiri pertemuan tersebut.
Qatar menjamin bahwa tim-tim tidak akan terlantar jika terjadi eskalasi konflik. Aprilia dan Ducati, dua konstruktor terkemuka di kejuaraan musim ini, juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan berangkat ke Qatar.
Sementara itu, semua tim kecuali Yamaha telah berkomitmen untuk berangkat ke Qatar. Tim asal Jepang tersebut menunggu instruksi setelah adanya imbauan dari pemerintah Jepang yang mendesak warga untuk menahan diri dari perjalanan yang tidak penting ke negara Teluk tersebut.





