News

Iran Hapus Pembatasan Jarak Rudal 2.000 Km, Target Lebih Jauh

Iran menyatakan telah mencabut pembatasan mandiri terhadap jangkauan rudal balistiknya yang sebelumnya dibatasi maksimal 2.000 kilometer
Rudal balistik Iran (Foto: Arab News)

Jakarta, Jurnas.com - Iran menyatakan telah mencabut pembatasan mandiri terhadap jangkauan rudal balistiknya yang sebelumnya dibatasi maksimal 2.000 kilometer.

Keputusan tersebut membuka kemungkinan Teheran mengembangkan rudal dengan kemampuan menjangkau sasaran lebih jauh, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan pecahnya kembali perang terbuka.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Hossein Mohebbi, dalam konferensi pers di Teheran. Saat ditanya mengenai batas jangkauan rudal yang selama ini diterapkan, Mohebbi menegaskan bahwa pembatasan tersebut tidak lagi berlaku.

“Pembatasan itu telah dicabut bagi kami,” kata Mohebbi.

Selama ini, Iran diketahui membatasi jangkauan rudal balistiknya hingga 2.000 kilometer atau sekitar 1.200 mil. Namun, belum ada informasi bahwa Iran telah memiliki rudal yang mampu melampaui batas tersebut.

Pencabutan pembatasan itu menjadi sorotan karena berpotensi mengubah arah pengembangan kemampuan rudal Iran. Jika sebelumnya jangkauan rudal dibatasi pada jarak tertentu, kebijakan terbaru tersebut memberi ruang bagi Teheran untuk mengembangkan sistem persenjataan dengan jangkauan lebih jauh.

Pernyataan IRGC itu muncul beberapa hari setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khomeini, memperingatkan bahwa ancaman dari Amerika Serikat maupun Israel akan dibalas tanpa batasan geografis.

Khomeini menegaskan bahwa “segala jenis dan tingkat ancaman” dari kedua negara tersebut akan dihadapi dengan respons tanpa batas wilayah. Pernyataan itu memperkuat sinyal bahwa Iran tengah mempertegas sikap militernya di tengah kekhawatiran meningkatnya kembali konflik.

Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat sebelumnya menyatakan bahwa teknologi dari program antariksa Iran dapat dialihfungsikan untuk membangun rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missiles (ICBM).

Kemampuan tersebut menjadi perhatian karena rudal balistik antarbenua dirancang untuk menjangkau sasaran pada jarak yang jauh lebih besar dibandingkan rudal balistik jarak menengah. Meski demikian, pernyataan pejabat AS itu tidak berarti Iran telah memiliki rudal jenis tersebut. (*)

Sumber: Arab News