News

Suriah Bantah Rencana Pengiriman Pasukan Militer ke Yaman

Pemerintah Suriah membantah laporan yang menyebutkan adanya rencana pengiriman pasukan militer negara tersebut ke Yaman.
Suriah membantah laporan yang menyebutkan rencana mereka untuk mengirim pasukan militer ke Yaman (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Suriah membantah laporan yang menyebutkan adanya rencana pengiriman pasukan militer negara tersebut ke Yaman. Pemerintah Suriah menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menjaga keamanan dalam negeri, melakukan rekonstruksi, serta mendorong pemulihan ekonomi.

Sumber diplomatik Suriah mengonfirmasi kepada kantor berita negara SANA bahwa perjanjian kerja sama militer yang terjalin dengan Arab Saudi utamanya berfokus pada pelatihan, pertukaran keahlian, dan konsultasi militer demi kepentingan kedua negara. Kerangka kerja sama tersebut mencakup pelatihan pasukan Arab Saudi serta peningkatan kapasitas militer mereka, dengan jadwal kunjungan koordinasi oleh pejabat Arab Saudi ke Suriah yang akan dimulai pada bulan depan.

Sumber tersebut menegaskan bahwa kabar mengenai penempatan maupun pengerahan pasukan Suriah ke wilayah Yaman sama sekali tidak berdasar. Kendati demikian, pihak diplomatik menambahkan bahwa bentuk kerja sama di masa depan berpotensi berkembang menjadi perjanjian pertahanan bersama atau partisipasi Suriah dalam Aliansi Pertahanan Makkah (Makkah Defense Alliance), yang pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kepentingan bersama kedua belah pihak.